oleh

Rakor Nataru Petakan Titik Rawan

radarlampung.co.id – Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Natal 2019 dan tahun Baru 2020 digelar Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Lampung Bengkulu Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan di Hotel Bukit Randu, Senin (9/12).

Berbagai potensi kerawanan dan persiapan seluruh tranportasi di bahas mulai kesiapan ASDP Bakauheni, jalan Tol hingga jalan Nasional dibahas dalam Rakor yang dipimpim Kepala BPTD Wilayah VI, Rahman Sujana.

“Ada beberapa hal menjadi atensi bidang darat. Mulai Bakauheni, dan kesiapan ASDP mulai armada termasuk sarana prasarana lainnya. Termasuk jalan nasional dan tol,” kata Rahman kepada wartawan.

Sebab, BPTD mencatat beberapa hal kerawanan baik di Jalan nasional maupun di jalan tol. Misalnya daerah rawan kemacetan ada 10 titik mulai di Bakauheni, THR Pasir Putih, Pasar Natar,  Simpang Tegineneng, Pasar Bandarjaya, Simpang Terbanggibesar, Pasar Unit II.

Kemudian di titik Pasar Gading Rejo, Pasar Talang Padang dan Simpang Bukit Kemuning. Potensi macet juga diprediksi muncul di Simpang Exit Tol Gunung Sugih dan Simpang Gunung Batin.

“Ada juga untuk daerah yang masuk wilayah rawan kecelakaan di jalan nasional sendiri ada 36 titik. Diantaranya, di Jalan Yos Sudarso, Bandarlampung dekat CV Vista Grain, kemudian di Yos Sudarso, Waylunik. Kemudia di Lampung Selatan ada di Sidomulyo, Natar, Ketibung. Sementara di tol, kami mencatat ada 14 titik rawan kecelakaan,” ujarnya.

Selain itu, Rahman juga memetakan wilayah yang menurutnya rawan dengan pelemparan kaca. Dalam catatannya, ada delapan daerah  yang masuk wilayah rawan.

“Mulai Jalan Lintas Timur Sumatera, Bujung Agung sampai Indra Loka, Banjar Marga, Tulangbawang; Jalan Lintas (Kampung Tua sampai Unit VI) Menggala, Tulangbawang; Jalan Lintas Sumatera (Kampung Tua sampai Portal Indo Lampung) Menggala, Tulangbawang; pintu Tol Menggala, Tulangbawang,” beber Rahman.

Selanjutnya di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Way Bungur Lampung Timur; Jalan Raya Makan Pahlawan, Sukadana, Lampung Timur; Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Labuhan Maringgai, Lampung Timur; dan Jalan Lintas Tengah Sumatera, Sidomulyo, Lampung Selatan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Rahman sengaja mengajak berbagai stakeholder terkait untuk membahas khusus berbagai persoalan. Misalnya mengurangi rawan kecelakaan, Rahman meminta pengemudi memastikan dirinya dan kendaraan yang dibawanya dalam kondisi baik.

“Di tol banyak kecelakaan kami himbau juga pengendara menyiapkan penuh kendarannya, termasu pengemudinya kalah capek ya istirahat,” sebutnya.

Selain itu, untuk kesiapan kendaraan baik bis antar kota antar provinsi (AKAP) tersedia 163 unit dan bis antar kota dalam Provinsi tercatat ada 222 unit. Rahman meminta bis-bis yang siap di Terminal Rajabasa untuk mengikuti Ramp Check.

Hasilnya, 87 kendaraan laik jalan sementara 6 kendaraan dilarang operasional dan 25 kendaraan tilang dan dilarang operasional. “Namun telah disiapkan 30 armada tambahan di Terminal Rajabasa,” tandasnya.

Sementara untuk di ASDP Bakauheni, dari total tujuh  dermaga yang ada, enam di antaranya siap beroperasi dengan rincian 1 dermaga eksekutif dan 5 dermaga reguler. Satu dermaga di Dermaga 4 dalam tahapan renovasi.

“Kita juga lakukan ramp check pada total 69 kapal, 64 diantaranya siap beroperasi namun 5 dinilai tidak siap beroperasi,” pungkasnya. (rma/kyd)

Komentar

Rekomendasi