oleh

STKIP Terus Godok Perubahan Menjadi Universitas

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Lampung masih menggodok materi terkait Fakultas Ilmu Eksak yang akan menjadi fakultas baru di kampus tersebut. Hal tersebut sebagai syarat untuk mentransformasi sekolah tinggi menjadi universitas.

Ketua STKIP PGRI Lampung Dr Wayan Satria Jaya, M.Si., mengatakan, materi tersebut masih dalam penggodokan tim untuk menentukan ilmu eksak yang akan dibuka dalam kampus tersebut.

“Masih dalam tim, masih digodok dalam bulan ini, karena masih belum ketemu ilmu eksaknya. Jadi masih digodok dalam tim,” ujarnya, Minggu (8/12).

Ia menjelaskan, ilmu eksak yang menjadi opsi untuk dibuka salah satunya Fakultas Kesehatan. Namun, itupun masih dalam pendiskusian. Sebab, selama ini pihaknya terjun di bidang pendidikan, dan butuh tenaga ahli dalam mengelola ilmu eksak.

“Kan mau buka Fakultas Kesehatan tapi belum deal karena kita baru sedang menyiapkan researchnya, itu yang sulit. Karena kita tahu ilmunya, tapi belum pernah mengelolanya. Ya bayangkan, biasa di pendidikan lari ke eksak itu yang agak berat,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mencoba menganalisis fakultas kejuruan, namun juga harus dianalisis secara mendalam terkait perubahan kurikulum.

“Atau kita coba fakultas kejuruan tapi juga harus mengimbangi kurikulumnya,” imbuhnya.

Sehingga, saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan dari tim yang tengah menggodoknya. Juga menunggu analisis dari tim ahli terkait persiapan.

“Jadi saat ini kita menunggu perkembangan persiapan dalam tim ini. Kita belum pernah mengelola bidang ilmu eksak, jadi kita analisis dari segi sarpras, manajemennya seperti apa,” ucapnya.

Adapun untuk fakultas kejuruan, pihaknya juga menganalisis daya serapnya di dunia kerja setelah lulus. Sebab, pihaknya membuka program studi yang juga mempunyai peluang besar di dunia kerja.

“Fakultas kejuruan juga, bagaimana nanti daya serapnya ke dunia kerja. Saat ini harus link and match. Kita tunggu analisa bebarapa tim ahli kita. Intinya kita membuka prodi baru itu jangan sampai lulusannya tidak terserap maksimal,” pungkasnya. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi