oleh

Badak Lampung Kian Dekati Liga 2

RADARLAMPUNG.CO.ID – Asa Perseru Badak Lampung FC menjaga peluang bertahan di Liga 1 musim depan sangat mendekati kemungkinan kandas. Ya, itu karena Badak Lampung kalah 2-3 atas Bhayangkara FC, Kamis (12/12) malam.

Kekalahan ini membuat penonton emosional. Usai peluit babak kedua ditiup, penonton langsung melemparkan botol minuman ke dalam lapangan.

Tak hanya itu, beberapa supporter juga menyalakan flare. Koreo banner dan yel-yel sepanjang pertandingan yang sudah disiapkan sedari babak pertama oleh suporter Balafans, Blaster Lampung, dan Siger South Stand tidak mampu membuat kemenangan.

Para pemain seperti Vidal, Fernandinho, dan Kelvin Woppi tidak mampu menahan emosi. Mereka langsung tersungkur di dalam lapangan. Tangis mereka pecah.

Para suporter di tribun Utara juga turun. Mereka langsung memeluk Anthony Golec dan Vidal yang saat itu menyapa penonton.

Dengan kekalahan ini Badak Lampung makin sulit menjaga asa. Kuncinya ada di Persija Jakarta yang posisinya di 15 klasemen sementara dengan 38 poin. Yakni apabila di tiga laga tersisa Persija sama sekali tidak menang. Dan, dua laga Badak Lampung wajib menang berturut-turut.

Dengan begitu maka Laskar Saburai mengumpulkan 39 poin (saat ini 33 poin) dan bisa menyalip Persija. Namun, kemungkinan itu sangat sulit.

Sejatinya, asa besar untuk Badak Lampung sedikit muncul dari awal jalannya babak kedua pertandingan menjamu Bhayangkara. Tiga menit babak kedua, Badak Lampung mendapat peluang dari kaki Fernandinho yang mengesekusi sepak pojok. Namun bola yang mengalir ke gawang yang dijaga Awan Setho langsung ditinju.

Badak Lampung kembali mendapat peluang di menit ke 51, setelah Vidal dijatuhkan. Dia kemudian menjadi eksekutor tendangan tersebut, bola yang melambung ke atas kemudian disambar Bojan Malisic, namun masih melambung di atas mistar gawang.

Badak Lampung menggandakan keunggulan menjadi 2-1 di menit ke 59. Ini setelah Akbar Tanjung menerima bola sodoran dari Vidal. Akbar yang lolos dari jebakan kemudian langsung menyundul bola.

Namun, Bhayangkara FC membalas gol. Tepatnya di menit ke 62. Gol Bhayangkara dicetak Alsan Sanda dari kemelut sepak pojok. Skor menjadi 2-2.

Badak Lampung kembali mendapat peluang. Namun eksekusi Vidal di menit ke 66 dari luar kotak penalti tidak mampu kembali mengubah skor. Sepakannya masih tipis di samping tiang gawang.

Bhayangkara FC mendapatkan peluang emas di menit ke 74 ketika Herman Dzumafo mendapat bola di tengah kotak penalti. Namun Dzumafo justru menendang dengan keras dan bola pun melambung.

Ketatnya pertahanan Bhayangkara FC membuat para pemain Laskar Saburai seperti terlihat frustasi. Seperti di menit 78 di mana Fernandinho yang mendapat umpan dari Haryanto Panto justru memilih menendang langsung bola. Padahal di depan banyak pemain Badak Lampung.

Di menit ke 80, Pelatih Milan Petrovic memasukan Aulia Hidayat, Aulia menggantikan Haryanto Panto.

Alih-alih menyerang, Bruno Matos membuat Badak Lampung tertinggal di menit ke 82. Matos sukses menceploskan gol ke gawang Daryono setelah mendapat umpan dari Herman Dzumafo saat skema serangan balik. Skor menjadi 2-3 yang memaksa Badak Lampung harus menerima kekalahan. (nca/sur)

Komentar

Rekomendasi