oleh

Sukseskan KPB, Arinal Minta Perbankan Permudah KUR untuk Petani

radarlampung.co.id – Demi mensukseskan program Kartu Petani Berjaya (KPB), Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersinergi dengan perbankan di Provinsi Lampung.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Pelayanan Perbankan dengan Program Kartu Petani Berjaya di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lampung, Kamis (12/12).

Rakor turut dihadiri Kepala Kantor BI Lampung Budiharto Setyawan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Indra Krisna, Ketua pelaksana Program KPB M. Yusuf Sulfarano Barusman dan seluruh OPD dan stakeholder terkait, termasuk Direktur Bank Lampung, dan beberapa pimpinan cabang maupun perwakilan bank di Lampung.

Arinal menyebut saat ini petani masih sulit mendapatkan akses permodalan melalui kredit usaha rakyat. Hal ini karena minimnya informasi mengenai petani sebagai calon debitur dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan tidak tersedianya agunan tambahan sebagai salah satu syarat penyaluran KUR.

“Saya berharap dapat menemukan solusi untuk memudahkan petani di Provinsi Lampung mendapatkan kredit untuk memajukan usahanya,” ujar Arinal.

Karena itulah, Arinal menyebut perlu adanya sinergitas yang dibangun di kalangan perbankan terutama soal sistem masing-masing bank. Mengingat pelaksanaan KPB nantinya menggunakan sistem layanan e-money dan e-payment.

“Maka saya harapkan perbankan juga mendukung langkah Pemprov Lampung dalam mewujudkan kartu petani berjaya ini  untuk kepentingan petani di Provinsi Lampung,” beber Arinal.

Sementara itu, Budiharto Setyawan menyampaikan informasi dari sektor pertanian dari tahun ke tahun terus menurun. Dari data pertanian terakhir 28 persen, perindustrian 19 persen, perdagangan 12 persen. Namun dilihat dari pertumbuhannya, pertanian 0,65 persen dan perdagangan 7,79 persen.

“Melihat data-data tersebut. Program KPB akan menjadi jawaban bagi peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan perekonomian petani. dalam hal ini Bank Indonesia berkepentingan terhadap suksesnya program di sektor pertanian ini karena hal tersebut langsung terkait dengan pengendalian inflasi,” tandas Budiharto.(rma/rls/kyd)

Komentar

Rekomendasi