oleh

Dihadapan Mahasiswa KKN Unila, Okmal Paparkan Kondisi Lambar

RADARLAMPUNG.CO.ID –  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat,  Okmal memberikan pembekalan terhadap Mahasiswa Universitas Lampung (UNila) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di  Lambar mulai  tanggal 2 Januari  2020 mendatang.  Pembekalan dilaksanakan di Ruang A Fakultas Hukum Unila, Sabtu (14/12).

Okmal  mengungkapkan, material yang  ia sampaikan  kepadapara mahasiswa tersebut  yakni berkaitan dengan kondisi Lambar dan potensi-potensi, khususnya di 12 kecamatan yang akan menjadi lokasi KKN.

”Jadi saya memaparkan terkait dengan kondisi Lambar, sehingga saat mereka tiba di Lambar di 12 kecamatan yang menjadi lokasi KKN, mereka  sudah tahu apa potensinya,  kondisinya seperti apa, dan  mungkin apa saja yang  bisa mereka laksanakan,” ungkap Okmal.

Dijelaskan, dalam  yang ia sampaikan berkaitan dengan isu strategis, yakni Rawan Bencana Geologi (Gempa dan Longsor) serta bencana akibat  perubahan iklim (banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan), kemudian  ancaman terhadap kehidupan masyarakat dan investasi.

Lalu, Komoditas Utama adalah Kopi Robusta, sentra kopi terbesar di Lampung dengan Nilai LQ kopi mencapai 4,92 poin, Produksi ± 52.572,3 ton/tahun, produktivitas  1,04 ton/ha/tahun, Luas budidaya ±53.874,1 Ha (± 25% dari luas Lambar), dan ditetapkan sebagai Kawasan Perkebunan Kopi Nasional  (Kep Mentan No.: 46/KPTS/PD.300/1/2015), untuk jumlah petani kopi mencapai 35,737 kk (41,3% dari total KK di Lambar), tergabung kedalam 995 kelompok tani dan memiliki empat varietas klon unggul lokal (klon tugu kuning, tugu hijau, lengkong, bodong).

“Kopi merupakan mata pencaharian utama masyarakat Lampung Barat dan  penyumbang terbesar produksi kopi Lampung, akan tetapi memiliki market share yang rendah. Turunnya harga  dan produksi kopi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, dan ini tentunya menjadi salah satu yang saya sampaikan dan harapan saya mereka (mahasiswa KKN) akan memiliki terobosan-terobosan yang bida ditularkan kepada masyarakat kita,” harapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Lambar telah terlepas dari kabupaten tertinggal  tahun 2019 berdasarkan Kepmendespdt No. 79 tahun 2019. Berdasarkan Indek Desa Membangun (IDM) tahun 2019 status pekon (desa) diklasifikasikan Desa Mandiri dua Pekon (Giham Sukamaju dan Pampangan), Desa Maju 30 pekon, Desa Berkembang  85 pekon, Desa Tertinggal14 pekon di empat Kecamatan  yakni Lumbok Seminung, Batubrak, Batuketulis, Air Hitam. (nop/ang)

Komentar

Rekomendasi