oleh

Minimnya Sosialisasi, Petani di Pekon Talangpadang Akui Kesulitan Dapatkan Pupuk

RADARLAMPUNG.CO.ID  – Sejumlah petani di Pekon Talangpadang, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal ini diungkapkan oleh beberapa petani yang ada di wilayah tersebut.

Romaidi warga Pekon Talangpadang kepada Anggota DPRD Tanggamus Heru yang kebetulan melakukan Reses untuk menyerap aspirasi warga Talangpadang. “Banyak petani yang tidak tahu caranya mendapatkan pupuk subsidi, ini karena minimnya sosialisasi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa  kelompok tani (poktan) di Pekon Talangpadang, anggotanya kebanyakan bukan petani. ” Jadi tolonglah pak dewan agar disampaikan kepada eksekutif, masa kita kalah sama kabupaten lain seperti Pesawaran, Tulangbawang dan Lampung Tengah yang pertaniannya jauh lebih maju,” kata Romaidi.

Menanggapi hal itu, Heru mengatakan bahwa permasalahan pupuk bukan hanya dialami warga Pekon Talangpadang saja, tetapi juga warga di Pekon lain yang ada di Daerah pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Talangpadang dan Pugung.

“Pekon Talangpadang ini merupakan hari keempat saya reses, dan memang keluhan rata-rata mengenai sulitnya mendapat pupuk subsidi. Ini nanti akan kita bahas bersama dinas yang membidangi untuk dicarikan solusinya, “kata Politisi NasDem itu.

Sementara, Kasubag Sarpras Perekonomian, Bagian Ekobang Setdakab Tanggamus, Faisal Burmelli ketika dikonfirmasi belum mau berkomentar banyak hal ini karena dirinya baru saja menempati posisi sebagai Kasubag Sarpras Perekonomian, namun ia hanya singkat menjawab kalau petani yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi memang harus petani yang tergabung dalam poktan.

“Yang dapat pupuk bersubsidi memang petani yang masuk dalam Poktan, soalnya rekapitulasi RDKK pakai data Poktan,” sebut Faisal.

Kemudian ia juga mengatakan bahwa terkait permasalahan minimnya pengetahuan petani untuk masuk sebagai anggota Poktan, Faisal berjanji akan mengkoordinasikan dengan penyuluh pertanian.” Nanti kami konsultasi dulu dengan penyuluh agar bagaimana caranya petani masuk Poktan atau buat baru,” pungkasnya. (ral/ehl/ang)

Komentar

Rekomendasi