oleh

Terjebak Lumpur, Bocah SD Tewas Tenggelam

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Segala Mider, Tanjungkarang Barat (TkB) dihebohkan tenggelamnya bocah kelas dua SD di kolam belakang masjid Al-Musa, jalan Mata Intan, Bandarlampung, Minggu (15/12) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pukul 12.05 WIB. Korban bernama Fauzan (8), warga Jl. Hi. Agus Salim, Gang Mangga II Rahayu, LK II, RT 001, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Putra dari Hartono (49) itu diketahui datang bermain bersama lima temannya ke tempat tersebut untuk berenang.

Namun, tidak lama Fauzan tidak terlihat di permukaan, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Seorang warga yang membantu proses pencarian Fauzan, Wiyo (19), mengatakan saat itu dirinya sedang bekerja tiba-tiba mendengar suara teriakan anak-anak meminta tolong. Wiyo langsung memutuskan mencarinya.

Baca :   Pemuda Tewas Tenggelam di Embung Sukoharjo  

“Semula saya lihat ada enam orang, pas mereka teriak saya kesana air kolamnya tenang, tapi karena temannya teriak (panik, red) saya masuk langsung ke air sendirian. Ada yang tenggelam,” katanya.

Pencarian dalam waktu lima menit tak membuahkan hasil. Seorang warga lainya, Aldi, turut membantu hingga akhirnya Fauzan ditemukan dan dibawa ke daratan. Hanya saja dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Terasa badannya (korban) keinjek, tapi gak bisa langsung diangkat karena kejebak lumpur. Saya ambil bambu kayak rakit terapung dan menyelem lagi. Dapat pakai tangan langsung disangkutin ke bambu,” terangnya.

Baca :   Pemuda Tewas Tenggelam di Embung Sukoharjo  

Aldi yang merupakan warga Segala Mider mengungkapkan, dirinya mengetahui ada yang tenggelam saat beberapa warga mengerumuni tempat tersebut.

“Saya dengar orang minta tolong langsung ke situ dan langsung nyebur. Sewaktu nyebur liat dia (korban) udah di dasar kolam. Kita angkat udah dalam kondisi kaku,” tandasnya.

Kapolsek TkB AKP Hari Budiyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut, sekaligus mengungkapkan jika jenazah telah dibawa ke diamannya.

“Tenggelam karena gak bisa berenang, lokasi sudah kita cek. Jenazah korban sekarang sudah kita serahkan ke keluarga. Keluarga juga sudah menerima dan tidak akan dioutopsi,” pungkasnya. (mel/sur)

Komentar

Rekomendasi