oleh

Selesaikan Dampak Eksplorasi, Parosil Bakal Temui PT NM

radarlampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berencana menemui pihak PT Natarang Mining (NM) yang melakukan eksplorasi tambang emas di perbatasam kabupaten itu dengan Tanggamus. Pertemuan yang direncanakan awal Januari mendatang untuk membahas sejumlah persoalan.

Khususnya masyarakat delapan pemangku di Pekon Bandaragung, Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) yang terdampak aktivitas penambangan. Ini terjadi sejak 12 tahun lalu. Tepatnya mulai 2007-an. Sementara hingga kini, masyarakat sekitar belum mendapatkan perhatian dari perusahaan tersebut.

Pj. Peratin Bandaragung Mandala Harto menyatakan, dampak yang dirasakan masyarakat di antaranya kebisingan mesin-mesin dari alat penambangan yang digunakan perusahaan. Kemudian lalu lalangnya kendaraan pengangkut material tambang yang tanpa henti.

Baca :   Ngaku Petugas PDAM, Gasak Perhiasan Emas 40 Gram

Bupati Lambar Parosil Mabsus menyatakan telah memerintahkan Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja bersama pihak Kecamatan BNS untuk berkoordonasi dengan PT NM. Namun upaya iani belum membuahkan hasil.

”Sudah saya perintahkan pihak perizinan dan kecamatan untuk koordinasi ke PT NM. Tapi laporan yang saya terima, belum bisa diagendakam (pertemuan) karena pihak PT NM sulit ditemui,” kata Parosil.

Karena itu, ia berencana menemui langsung pihak PT NM awal tahun depan. Dengan begitu, persoalan tersebut tidak berlarut-larut. ”Rencana kami, awal Januari silaturahmi ke PT NM. Sekalian musrenbanggcam di BNS,” tandasnya.

Baca :   Polres Lampura Ungkap Kasus Pertambangan Batubara

Pada bagian lain, upaya pemkab menindaklanjuti keluhan dari masyarakat sekitar wilayah eksplorasi PT NM mendapatkam dukungan dari Komisi II DPRD Lambar.

Anggota Komisi II Herwan mengatakan, pihaknya siap mengawal dan duduk bersama untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Dengan begitu ke depan, masyarakat di sekitar area tambang tidak hanya sebagai penonton dan merasakan dampak dari aktivitas yang nyaris tanpa henti 1×24 jam tersebut. (nop/ais)

 

Komentar

Rekomendasi