oleh

Lampung Harus Jadi Lokomotif Pertanian di Indonesia

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lampung harus jadi lokomotif besar pertanian, perkebunan, dan peternakan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke PT Great Giant Foods (GGF).

“Kekuatan besar Indonesia ada di pertanian, peternakan, dan perikanan. Buka jargon belaka. Ini tak dimiliki negara lain. Saya sudah berkeliling ke berbagai daerah, Lampung ini rahmat Allah. Lampung punya tanah yang subur dan semua tersedia. Lampung paling bagus pertanian. Pertanian sangat menjajikan untuk menyejahterakan masyarkat. Bila perlu pinggir jalan tol dimanfaatkan untuk ditanami buah-buahan,” kata Syahrul.

Kementerian Pertanian, kata Syahrul,
hadir untuk men-support akan kekuatan besar yang dimiliki PT GGF untuk Indonesia. “Di Lampung ini memiliki sumber kekayaan dari pertanian. Dengan kerja sama yang dilakukan ini, Kementan siap membantu memaksimalkan untuk kemajuan PT GGF. Terutama untuk menggenjot ekspor. HGU yang ada dimaksimalkan dan bila perlu dimekarkan. Saya ingin Lampung menjadi lokomotif baru untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan. Lampung harus jadi contoh utama dan kekuatan di Indonesia. Kita sama-sama hadapi ekspor. Saya mau dengar ada rencana ekspor sapi paling banyak, capek dengar impor. Ekspor kita harus besar dari impor,” ujarnya.

Para petani mengambil modal usaha di bank, kata Syahrul, gubernur dan bupatinya harus bisa menjamin. “Petani mengambil modal di bank, gubernur dan bupati harus berani menjamin. Ini
akan mempermudah peningkatan hasil usaha petani,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur PT GGP Weli Setiono memaparkan, produksi nanas PT GGP 2.500 ton dan 15% limbah yang dipakan sapi untuk penggemukan. “Sekarang ini terdapat 20.000 ekor populasi sapi di PT GGLC. Breedingny pada 2019 ini baru 7.200. Di samping itu penanaman singkong untuk tepung tapioka,” katanya.

Terkait ekspor, kata Weli, pada 2018 untuk nanas kaleng mencapai 17 ribu kontainer. “Pada 2019 ekspor masih 17 ribu ke Amerika, Timur Tengah, Tiongkok, Eropa, Jepang, Korea, dan Asia. Kami sangat perlu dukungan dari pemerintah untuk peningkatan produksi. Intinya, kita masih kekurangan pangan, terutama untuk pengembangan pisang dan durian. Mangga termasuk mangga Pasuruan yang merupakan buah unggul lokal,” paparnya.

Dalam kunjungan ini juga ditandatangani kerja sama Kementan RI dan Pemprov Lampung. Pertama, Peningkatkan Ekspor Komoditas Perkebunan. Kedua, Peningkatan Produksi dan Akselarasi Ekspor Komoditas Tanaman Pangan. Ketiga, Peningkatan Produksi dan Akselarasi Ekspor Komoditas Peternakan. MoU ditandatangani Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, serta Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Peternakan I Ketut Diarmita.

Tidak hanya itu. Mentan RI juga secara resmi melakukan pelepasan ekspor nanas kaleng dan panen pedet sapi PT GGP dan PT GGL. Juga penyerahan bantuan kepada petani binaan PT GGF. Hadir dalam kegiatan ini Kapolda Lampung Irjen Purwadi, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, dan jajaran pimpinan PT GGF. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi