oleh

Manajemen PDAM Carut-marut, Komisi II Minta Evaluasi

radarlampung.co.id – Komisi II DPRD Bandarlampung, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk mengevaluasi dan memperbaiki manajemen di PDAM Wayrilau.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Agusman Arif yang menilai Sistem manajemen yang digunakan PDAM Wayrilau kurang baik yang menyebabkan pelanggan menunggak hingga mencapai Rp20 Miliar.

Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan, Pemkot akan mengalami banyak kerugian. untuk menyelamatkan hal itu, komisi II sebagai pengawas keuangan meminta PDAM Way Rilau melakukan evaluasi secara total dan memperbaiki manajemen kedepannya.

“Kedepanya, tunggakan harus ditagih, karena hal ini memberatkan keuangan PDAM nantinya. Kalau dibiarkan terus, ya nambah besar hutang konsumennya,” katanya.

Agusman juga meminta agar seluruh sistem manajerial berjalan sesuai yang diharapkan dan memperbaiki kembali terkait pekerjaan pemasangan pipa PDAM. Hal itu, agar tak menjadi dampak buruk pengguna jalan.

“Kami bisa memberikan rekomendasi buruk, kalau tak ada penagihan pada tahun depan. Saya berharap ini diperbaiki,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PDAM Way Rilau, Bandarlampung, AZP Gustimigo membantah jika kinerja PDAM Wayrilau kurang baik. Sebab, tunggakan yang mencapai Rp20 Miliar dianggap masih cukup baik jika dibandingkan PDAM lainnya.

“Memang itu tidak sempurna, tetapi itu relatif masih bagus. Di daerah lain malah realisasinya ada yang 50 persen, 40 persen, adanya yang cuma berapa puluh persen, itulah yang dinamakan matisuri itu,” klaimnya.

Namun, Gustimego akan memberi sanksi tegas untuk pelanggan yang menunggak. “Tapi kami tidak sampai dengan penyetopan air. karena kami juga punya asas sosial, tidak perlu untuk diberhentikan. Namun sejak ditegur oleh Pak Wali, penagihan kami terus dilakukan, bahkan sudah banyak tertagih,” katanya.

Meskipun demikian, dirinya berjanji akan segera memperbaiki sistem yang ada yang melibatkan pihak eksternal, agar sistem kinerja PDAM jauh lebih baik lagi. “Yang pasti, akan kita evaluasi dan sistemnya kita rubah. Perubahannya seperti apa dan bagaimana, nanti kita pelajari dulu,” tegasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi