oleh

”Takut Bu, Saya Lagi Dikurung Dalam Rumah”

radarlampung.co.id – Saat disekap, SL (17), sempat memiliki kesempatan memberitahukan kondisinya. Anak baru gede (ABG) asal Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran yang diduga menjadi korban pemerkosaan sekelompok pemuda itu menghubungi kakaknya.

Sa (49), ibu SL mengungkapkan, Sabtu malam (14/12), sang anak menghubungi kakaknya. ”Anak saya diam-diam nelpon ke kakaknya dan bilang kalau dia disekap. Minta tolong. Takut bu, takut bu. Saya lagi dikurung dalam rumah,” kata Sa menirukan ucapan SL saat itu.

SL juga mengaku, pelaku yang memerkosanya memberi uang kepada Rizki, pemuda yang dikenalnya melalui Facebook dan membawanya ke sebuah rumah di kawasan Pasar baru, Kecamatan Kedondong, Jumat (13/12). ”Mereka memberi uang kepada Rizki. Selain itu, uang anak saya ikut diambil,” ujarnya.

Dilanjutkan, Agus, pelaku lain juga mengancam SL. ”Dia bilang kalau dia dukun. Kemudian mengancam akan menyantet anak saya kalau lapor polisi. Agus itu yang punya rumah di Pasar Baru,” urainya.

Lebih jauh Sa berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Kemudian para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Terlebih, SL trauma akibat peristiwa itu.

”Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Saya nggak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Sekarang ini anak saya masih trauma, belum bisa diajak ngobrol,” tandasnya

Diketahui, pemerkosaan tersebut bermula dari perkenalan SL dengan Rizki, melalui media sosial Facebook. Satu bulan berselang, Rizki mengajak SL jalan-jalan, sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat (13/12).

“Baru kenal sekitar satu bulan lewat Facebook. Sudah pernah ketemu sekali di taman Desa Way Layap. Nah, Jumat malam, anak saya (SL, Red) izin ke warung sendirian. Tapi malam itu dia nggak pulang. Padahal anak saya nggak pernah keluar rumah,” kata Sa, ditemui dikediamannya, Kamis (19/12).

Minggu pagi (15/12), SL diantar ke pinggir jalan di Desa Wayharong, Kecamatan Waylima. Dari sini, ia menghubungi kakaknya dan minta dijemput. Saat itulah terungkap bahwa ia menjadi korban pemerkosaan sekelompok pemuda. (ozi/ais)

Komentar

Rekomendasi