oleh

Enam Bulan, Pemprov Lampung Pembenahan Internal

radarlampung.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar refleksi akhir tahun, di Ballroon Novotel Lampung Senin (23/12) siang. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini membahas perosalan selama 2019. Yakni fokus dalam pembenahan internal.

Arinal dalam sambutannya mengatakan, pasca dirinya dan Wakil gubernur Lampung Chusnunia di lantik oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) 12 Juni 2019. Langkah yang dilakukannya dalam membangun Lampung dengan melakukan tiga hal.

“Pertama yang kami lakukan adalah membangun konsolidasi, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen. Ini untuk mengeksplorasi kondisi terkini pembangunan Provinsi Lampung serta membangun komitmen bersama termasuk dengan Kementerian untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya yang Aman, Berbudaya, Maju, Berdaya Saing, serta sejahtera,” ungkap Arinal.

Untuk konsolidasi internal, lanjut Arinal, pemprov melakukan upaya guna mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani dengan melakukan penataan Kelembagaan, penataan aparatur, Penertiban aset, dan pengelolaan
keuangan.

“Penataan Kelembagaan ini, dilakukan untuk menyesuaikan kelembagaan yang tepat fungsi dan ukuran, baik penggabungan maupun pemisahan OPD (organisasi perangkat daerah) yang disesuaikan Kebutuhan daerah untuk membangun pemerintahan lebih efektif dan efisien,” katanya.

Pemprov Lampung juga melakukan penataan Aparatur melalui Merit System untuk mewujudkan aparatur yang memiliki integritas, profesional, bebas politik praktis, bersih dari tindak KKN.

“Kami juga telah melakukan penataan Pengelolaan Keuangan Daerah agar APBD dilaksanakan dengan tertib, cermat, transparan, efisien dan efektif sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ucapnya.

Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk menyehatkan APBD, antara lain menghemat belanja pada perubahan APBD 2019, percepatan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) ke Kabupaten/Kota, pembayaran hutang kepada PT. SMI, dan Peningkatan PAD.

“Untuk penertiban Aset ini, dikarenakan pengelolaan aset daerah belum sesuai dengan harapan, pemanfaatannya belum maksimal, bahkan ditemukan aset yang dilakukan pelepasan (penjualan dan hibah) tanpa melalui prosedur yang sesuai perundang-undangan,” klaimnya.

Menurutnya, perekonomian Lampung sepanjang tahun 2019 dapat tumbuh cukup tinggi. Dimana, Pertumbuhannya kumulatif, mulai Triwulan I sampai III 2019 terhadap Triwulan I sampai III 2018 adalah sebesar 5,33 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini juga lebih tinggi dari capaian regional Sumatera yang mencapai 4,55 persen, serta lebih tinggi dari capaian Nasional yang mencapai 5,04 persen pada periode yang sama.

Untuk sektor Industri, Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi. Sedangkan secara struktur, perekonomian Lampung masih didominasi 3 Sektor Utama yang pencapaiannya pada Triwulan III 2019 mulai Pertanian, Kehutanan Perikanan higga industri, Industri Pengolahan, Perdagangan dan Reparasi Kendaraan.

“Terkait inflasi, hingga November 2019, terpantau cukup terkendali yaitu sebesar 2,97 persen. Penyumbang inflasi terbesar pada kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 5,74 persen. Kemudian untuk jumlah angkatan kerja di Lampung berdasarkan rilis BPS per Agustus 2019 sebanyak 4,25 juta orang atau naik sebanyak 17,32 ribu orang dari Agustus 2018. sedangkan, tingkat pengangguran sebesar 4,03 persen untuk 2019. Jumlah ini lebih rendah dari tahun 2018 yang sebesar 4,06 persen,” beber Arinal.

Sementara Pemprov Lampung masih dihadapkan pada beberapa tantangan seperti masih rendahnya IPM (Indeks Pembangunan Manusia), dan masih tingginya angka kemiskinan. Tercatat IPM Provinsi Lampung tahun 2018 sebesar 69,02 lebih rendah dari Nasional dan Regional Sumatera. Sedangkan angka kemiskinan per Maret 2019 sebesar 12,62 persen.

“Jumlah ini lebih tinggi dari Nasional yang sebesar 9,41 persen. Diharapkan lima tahun kedepan Angka Kemiskinan Provinsi Lampung ditargetkan menjadi satu digit untuk mengejar ketertinggalan dengan target dan capaian nasional. Hal ini tentu saja membutuhkan usaha dan kesungguhan yang keras serta komitmen bersama dari dari seluruh stakeholders baik pusat, provinsi dan kab/kota untuk menciptakan dan mengembangkan program program terobosan terpadu untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi