oleh

Pemkab Waykanan Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91

radarlampung.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan menggelar upacara peringatan Hari Ibu ke-91 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Tingkat Kabupaten Waykanan, pada Senin (23/12).

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya melalui Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Waykanan Saipul menjelaskan bahwa, kegiatan perayaan Hari Ibu ini bermula dengan pergerakan perempuan Indonesia yang diawali dengan Kongres Perempuan Pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

“Yang mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan,” ujarnya.

Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu Peringatan Hari Ibu (PHI) ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional,” katanya.

Menurutnya, perempuan Indonesia masa kini, adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, social dan sebagainya.

“Begitu juga dengan pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak,” jelasnya.

Peringatan Hari Ibu (PHI) diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sector pembangunan.

“Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan lualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change),” pungkasnya. (sah/ang)

Komentar

Rekomendasi