oleh

Ratusan KPM PKH di Tanggamus Mundur Massal

radarlampung.co.id – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Tanggamus mundur massal. Langkah tersebut dilakukan sukarela karena sudah merasa mampu secara ekonomi.

Pengunduran diri (graduasi) massal ini dilakukan disela-sela Gebyar PKH yang berlangsung di Lapangan Tangsi, Kecamatan Talangpadang dan disaksikan langsung Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Wakil Bupati AM Syafi’i, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan serta Forkopimda. Turut hadir, Kepala Dinas Sosial (Dissos) Lampung Sumarju Saeni.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani, dalam sambutannya mengapresiasi KPM atas kesadarannya mengundurkan diri dari kepesertaan PKH yang totalnya mencapai 647 KPM.

“Ini menunjukkan bahwa PKH yang dilakukan selama ini memberikan manfaat nyata dalam rangka pengentasan kemiskinan,” katanya.

Dewi menuturkan, tujuan utama PKH adalah mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan merubah perilaku KPM yang relatif kurang mendukung peningkatan kesejahteraan.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda–sapaan akrab Dewi Handajani berharap graduasi massal dapat memberikan warna kebahagiaan bagi keluarga kurang mampu yang telah berupaya keras mengubah perilakunya dan memutus rantai kemiskinan.

“Karena itu, ibu-ibu sekalian yang telah lulus ini merupakan KPM PKH yang berprestasi,” puji Dewi.

Sementara Kepala Dissos Lampung Sumarju Saeni mengatakan, PKH sebagai bagian dari penanggulangan kemiskinan harus diperluas dan dioptimalkan melalui berbagai lini. Program ini diharapkan memberi kontribusi dalam penurunan kemiskinan di Indonesia. Tentunya Kabuapaten Tanggamus.

“Bantuan sosial PKH, khususnya di Tanggamus sejak 2011 sampai dengan tahap IV tahun 2019 sejumlah Rp296,6 miliar dengan total 33.551 KPM,” kata Sumarju.

Dilanjutkan, tantangan optimalisasi PKH antara lain pelaksanaan graduasi sejahtera mandiri bagi para KPM yang sudah mampu secara ekonomi.

“Saya bangga melihat Gebyar PKH kali ini. Ada penghargaan kepada KPM graduasi sejahtera mandiri. KPM peserta PKH keluar dari kesepakatan secara sukarela karena telah mandiri ekonomi sehingga tidak tergantung lagi dengan bantuan sosial,” tegasnya. (ral/ehl/ais)

Komentar

Rekomendasi