oleh

Salut! Polresta Tindak Ribuan Penjahat

radarlampung.co.id – Kinerja Polresta Bandarlampung dalam menindak kejahatan patut diapresiasi. Dalam kurun waktu setahun, koprs Bhayangkara tersebut menyelesaikan tindakan sebanyak 2035 kasus. Hal ini lebih meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang bisa diselesaikan sebanyak 1881 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandarlampung, AKBP Yan Budi Jaya didampingi Kasatreskrim Kompol Rosef Effendi, saat gelar pres rilis akhir tahun 2019 di Mapolresta setempat, Sabtu (28/12).

Menurutnya, dari seluruh kejahatan yang ditangani Polresta Bandarlampung, paling banyak mengungkap kasus Curas, Curat, dan Curanmor (C3). Untuk Curat (Pencurin dengan Pemberatan) saja, Satreskrim telah mengungkap sebanyak 205 kasus.

“Secara keseluruhan penindakan kasus, Kenaikannya 154 kasus atau 7,5 persen. Ini senada dengan penyelesaian, secara umum  pada tahun 2019 sebanyak 1251 kasus atau 61,47 persen sedangkan tahun 2018 sebanyak 1242 kasus atau 76,7 persen,” katanya.

Dia menjelaskan, tren pencurian sepeda motor yang sangat meresahkan masyarakat cukup banyak, dirinya bersama tim terkait mengupayakan berbagai cara hingga tindakan tegas tembak ditempat jika melawan anggotanya.

“Khusus curanmor memang kami melihat secara keseluruhan mulai dari preventif dan refresifnya kita tingkatkan seperti fungsi binmas dan Bhabinkhamtibmas langsung kita terjunkan bukan lagi kepada kelurahan melainkan ke RT-RT tempat parkir, perumahan bisa diberitahu kendaraan apa saja yang biasa jadi incaran hingga modus mereka, sampai ke upaya pengungkapan kemudian kita beri tindak tegas seperti tembak ditempat,” ucapnya.

Sementara untuk tindak pidana penyalahgunaan narkoba, Budi mengaku jika selama tahun 2019 pihaknya mengungkap 377 kasus dengan jumlah tersangka 580 orang. “Dari kasus tersebut disita barang bukti berupa ganja kering sebanyak 40,626 Kg, sabu 81 gram, pil extacy 1381 butir, Psikotropila 249 butir, dan tembakau gorila 7,1 gram,” ujarnya.

Beralih kepada kejadian kecelakaan lalulintas, ditahun 2019 sebanyak 247 kasus dan tahun 2018 sebanyak 287 kasus hal itu menunjukan bahwa telah mengalami penurunan 40 kasus atau 13 persen. “Kebanyakan lakalantas melibatkan sepeda motor,” pungkasnya.(mel/yud)

Komentar

Rekomendasi