oleh

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali

radarlampung.co.id-Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Lampung Selatan terjadi sejak Minggu (29/12). Pos pengamatan GAK mencatat, tiga kali erupsi terjadi sejak Minggu hingga Senin (30/12).

Hal ini disampaikan Andi Suwardi Kepala Pos Pengamatan GAK kepada radarlampung.co.id Senin (30/12). “Iya benar ada peningkatan aktivitas, kalau dihitung sejak kemarin hingga  hari ini sudah ada tiga kali erupsi,” beber Andi melalui sambungan telefon selulernya.

Andi mengatakan erupsi terjadi tiga  kali mulai Senin (29/12)  pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 50 m di atas puncak atau kurang lebih 207 m dari permukaan laut. Dari hasil pengamatan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah utara. Erupsi ini terjadi dengan durasi kurang lebih 1 menit 59 detik

Kemudian, erupsi kedua terjadi pada Senin (30/12) sekitar pukul 07.53 WIB dengan ketinggian kolom abu kurang lebih 2.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.157 meter diatas permukaan laut. Dari hasil pengamatan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Namun erupsi ini tidak terdengar suara dentuman.

Erupsi ketiga terjadi pada Senin (30/12) sekitar pukul 13.35 WIB, dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1157 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan erupsi ini terjadi kurang lebih 2 menit 17 detik. Erupsi jni tidak ada suara dentuman.

Andi mengatakan, pada ketiga erupsi ini memang membuat status gunung naik menjadi Waspada atau level II. “Untuk itu masyarakat diminta tidak mendekati ke arah gunung dengan jarak 2 kilometer. Tapi Masyarakat sekitar tidak terganggu dan aktivitas tetap normal. Paling untuk patroli hanya kapal dari BKSDA saja yang menuju Gunung,” jelas Andi.

Andi melanjutkan, ketiga erupsi ini memang tidak menimbulkan suara serta material dan debu yang dikeluarkan juga jatuh hanya sekitar gunung. Menurut Andi, hal ini memang masuk  tahapan membangun dirinya. Mengingat pada Desember 2018 lalu sebagian tubuh GAK longsor dan menyebabkan tingginya saat ini hanya 157 MDPL.

“Iya memang gunungnya sedang membangun  maka suatu saat ya erupsi terjadi. Apalagi karena kemarin (tahun lalu) sebagian tubuhnya longsor kan,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi