oleh

Polda Grebek Pabrik Senpira, Pelaku Mengaku Belajar Dari YouTube

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebuah pabrik pembuatan senjata api rakitan (senpira) yang berada di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) digrebek Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Rabu (25/12) kemarin.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto mengatakan, terungkapnya pabrik senpira ini berkat kerja keras Tim Anti Bandit (Tekab) 308 Ditreskrimum Polda Lampung.

“Pada perayaan natal kemarin memang pihak dari Ditreskrimum Polda Lampung melakukan penangkapan dan penyitaan terhadap home industri yang membuat senjata api ilegal,” ujar jenderal bintang dua ini.

Purwadi -sapaan akrabnya- menambahkan, dari hasil pengungkapan pabrik senpira itu pihaknya juga berhasil mengamankan satu pelaku pemilik dan pembuat.

“Kita amankan pelaku berinisial FW (47) yang beralamat di Sukadana Ilir. Jadi FW sudah mendirikan pabrik sejak tahun 2016. Atas hal ini kami kenakan pelaku pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berhasil mengamankan puluhan senpira berikut alat perakitannya. “Nah jadi kita lihat bersama peralatan ini bagian dari pembuatan senpi dan peralatan cukup banyak,” katanya.

Adapun barang-barang yang disita tersebut yakni 1 pucuk senpi jenis refolver, 4 unit kerangka senpi, 3 batang besi laras panjang, 3 butir amunisi, serta seperangkat alat pembuatan senpi berupa mesin gerinda, gergaji potong, kompresor, mesin tuner, peralatan las, dan sebagainya.

“Kita lihat pelaku di hadapan kita semua dan terhadap pelaku masih kita tahan di Polda Lampung untuk kami mintai keterangan lebih lanjut,” terangnya.

Tidak hanya itu, sambung dia, pengembangan lebih menekankan pada hasil produksi senjata api rakitan hendak dijual kemana. “Penyelidikan kami telusuri siapa yang membeli dari tahun 2016, sejak berdirinya pabrik senpira ini,” jelasnya.

Purwadi menambahkan, penggerebekan berkat laporan masyarakat yang mengetahui adanya pabrik pembuatan senpi. “Saya juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat yang telah memberikan informasi adanya pembuatan senpi. Sehingga setidaknya ini bisa mengurangi peredaran senpi di wilayah Lampung,” tuturnya.

Selain itu dari penyelidikan, pelaku FW menjual senpira ini harga Rp2 juta hingga Rp5 juta, berdasarkan pemesanan. “Modusnya berdasarkan pemesanan, ada jenis laras panjang, jenis revolver, tergantung pesanan,” jelasnya.

Lalu terkait penyebaran pihaknya masih melakukan pengembangan. “Yang jelas pelaku ini menjual senjata api dari Rp2 juta hingga Rp5 juta,” katanya.

Komentar

Rekomendasi