2020, Pesawaran Jadi Fokus Penurunan Stunting

  • Bagikan
Bappeda Pesawaran menggelar rakor penurunan dan pencegahan stunting. Foto Idrus/rnn/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Prevalensi status gizi balita stunting di Kabupaten Pesawaran berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan penurunan sebesar 23,31 persen selama periode 5 tahun terakhir. Dimana jika pada 2013 sebesar dari 50,8 persen  kini menjadi 27,49 persen di tahun 2018.

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Pesawaran, Munzir Zen menyampaikan, pada 2020 mendatang, Kabupaten Pesawaran akan menjadi lokasi fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Lampung. Mengingat, saat ini Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu daerah dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi.

Namun meskipun demikian, menurutnya pencegahan stunting terlalu kompleks untuk diselesaikan satu sektor atau institusi. Penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah, dunia usaha, masyarakat umum, dan lainnya dan diperlukan kerja bersama untuk hasil yg berkesinambungan.

“Untuk itu, dengan adanya rapat koordinasi ini diharapkan percepatan pencegahan dan penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 dapat segera dilaksanakan,” ujar Munzir pada kegiatan yang dilaksanakan di aula Pemda setempat, Kamis (31/10).

Keberhasilan upaya dalam menurunkan angka prevelansi stunting di Indonesia, lanjutnya ditargetkan semaksimal mungkin dalam rangka menyiapkan generasi produktif yang berkompeten untuk menyambut Bonus Demografi 2030 kelak.

“Kami berharap kepada para pimpinan di Kabupaten Pesawaran dan juga semua elemen masyarakat, ayo bersama-sama bisa menurunkan angka sampai di bawah 20% seperti bagaimana standar yang ditetapkan oleh WHO Sehinga dapat Mewujudkan Cita-Cita Luhur, Mewujudkan Kabupaten Pesawaran Yang Maju, Makmur Dan Sejahtera,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesawaran, Febrizal Levi Sukmana menjelaskan salah satu dampak stunting yang bisa dilihat, terangnya, adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, dikatakanya stunting juga bisa membuat anak mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini.

“Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini,” terangnya. (rus/ozi/wdi)

 




  • Bagikan