oleh

Pemprov Laporkan Hasil rapat Terminal Rajabasa ke Menhub

radarlampung.co.id- Dinas Perhubungan Provinsi Lampung bakal melaporkan rapat terkait Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung.  Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan sampai saat ini penetapan jenis pengelola Terminal Rajabasa belum ditentukan.

Dalam rapat yang digelar Selasa (31/12) Dishub Provinsi Lampung turut mengundang perwakilan Dirjen Perhubungan Darat selalu pengelola terminal Rajabasa termasuk konsultan dan investor nya. “Jadi dalam rapat  tersebut membahas terkait pembangunan terminal ada persoalan tanahnya,”  beber Bambang.

Dia melanjutkan, masih ada persoalan tanah di Terminal Rajabasa. Sebab, dari total dibutuhkan sekitar 6,5 hektar. Saat ini lahan yang ada baru 4 hektar.

“Jadikan diharapkan ada penambahan tanah. Sekarang ada 4 hektar lahan existing, masih butuh 2,5 hektar lagi. Makanya opsinya mau seperti apa swasta murni atau APBN. Kalau APBN lahan murni punya kementerian,” beber Bambang Rabu (1/1).

Bambang melanjutkan, memang ada opsi baru selain sebelumnya Kementerian Perhubungan telah menyiapkan Rp40 miliar untuk pembangunan perbaikan teminal. Diantaranya dengan sebagian dikelola swasta dan Menhub, dan sepenuhnya dikelola oleh pihak swasta.

“Memang Ada opsi lagi, kalau misalnya investor murni yang akan membangun dan mengoperasionalkan nanti skema masalah tanah nggak masalah ada lagi. Bisa pakai skema kerjasama dengan kementerian, sisi depannya dengan Pemkot Bandarlampung,” tambah Bambang.

Maka itulah hasil rapat ini akan dilaporkan lebih dahulu pada Menhub untuk memilih konsep mana yang akan digunakan. “Ini mau dilaporkan ke Pak Menteri, konsep mana yang mau digunakan. Baik opsi full APBN, kemudian APBN dengan swasta dan ada opsi seluruh nya swasta. Ini perlu dilaporkan karena terminal ini bukan hanya untuk transportasi tapi juga bisnis,” sambungnya.

Bambang melanjutkan, fasilitas terminal nantinya sebagai area bisnis harus juga terpenuhi fasilitas lainnya seperti mall, bioskop dan sebagainya kan bsa menambah daya tarik. “Sehingga tidak hanya melulu mengharapkan  adanya PAD dari Terminal. Namun masukan mulai juga pajak operasional bisa diambil dan operasional mereka,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi