oleh

Polres Mesuji Terus Dalami Kasus Pengerusakan Rumah yang Menewaskan Pemiliknya

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aparat kepolisian dari Polres Mesuji belum menambah daftar tersangka kasus pengerusakan dan pengeroyokan salah satu rumah di kawasan Register 45 Sungai Buaya kelompok Karya Tani Kabupaten Mesuji yang terjadi Selasa (24/12/2019) lalu, yang mengakibatkan korban bernama Wayan Ana (40) meninggal dunia akibat luka di bagian kepala.

Kasatreskrim Polres Mesuji AKP Denis Arya Putra mewakili Kapolres Mesuji AKBP Alim pada Radarlampung.co.id Rabu (1/1) mengungkapkan, hingga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi tersebut berjumlah lima orang. Mereka adalah KS (27), warga Karya tani Kawasan Register 45; HN (65) warga Karya Tani Kawasan Register 45, SPM (41) warga Karya Tani Kawasan Register 45; NT (32) warga Kawasan Register 45; dan ST (43) warga Rejo Mulya Pasir sakti Lampung Timur.

“Nama-nama para pelaku masih kita inisialkan demi penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Kelima pelaku yang sudah kita tetapkan memiliki peranan masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu Kasatreskrim menambahkan, Polres Mesuji masih melakukan pengembangan mengenai kasus tersebut yang pasti sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, yakni 5 orang tersebut dan kemungkinan akan berkembang.

“Penyelidikan masih terus kita lakukan dan masih kita dalami siapa-siapa yang terlibat dalam pengeroyokan dan pengerusakan hingga menghilangkan nyawa orang tersebut,” ujarnya.

Yang pasti, lanjut dia, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, sehingga persoalan ini bisa benar-benar terungkap dengan tuntas. “Mohon doanya supaya kasus ini bisa terungkap secara terang,” ucapnya.

Ya, diberitakan sebelumnya ratusan masa menyerang kediaman Wayan Ana pada Selasa (24/12/2019), hingga membuat luka bocor di bagian kepala Wayan Ana dan sempat dirawat dua hari di RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji. Belakangan akhirnya Wayan Ana tewas.

Penggerusakan terhadap rumah korban menggunakan kayu membuat rumah permanen milik Wayan jebol dinding. Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi karena Wayan diduga memaksakan diri mencaplok tanah orang lain sehingga membuat masyarakat geram, sedangkan tanah yang ingin dicaplok Wayan tersebut terdapat rumah ibadah. (muk/sur)

Komentar

Rekomendasi