oleh

BPS Klaim, TPK Hotel di 2020 Membaik

radarlampung.co.id – Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung pada November 2019 tercatat 67,43 persen. Jumlah ini naik sebanyak 4,44 poin dibanding TPK hotel pada Oktober 2019 yang tercatat sebesar 62,99 persen.

“Namun, bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018, TPK hotel berbintang ini mengalami penurunan sebesar 1,25 poin,” kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, Kamis (2/1).

Sementara itu, jumlah tamu selama November 2019 yang menginap di hotel berbintang terhitung mencapai 59.545 orang, terdiri dari 103 tamu asing dan 59.442 tamu domestik. Kondisi ini mengalami kenaikan sebanyak 3.198 orang atau 5,68 persen dibandingkan Oktober 2019 yang tercatat 56.347 orang.

“Sedang untuk Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) pada hotel berbintang di provinsi Lampung bulan November 2019 tercatat 1,57 hari, jumlah ini turun 0,02 hari di banding RLMT hotel pada Oktober 2019 yang tercatat sebesar 1,59 hari,” terangnya.

Terpisah, Ketua IHGMA Lampung, Lalu Aswadi Jaya mengatakan, jika dilihat dari yang ada, periode bulan November 2019 merupakan momen yang bertepatan dengan libur sekolah. Selain itu, tren untuk aktifitas pemerintahan juga meningkat sebab banyak jadwal yang harus diselesaikan di akhir tahun.

“Jadi bisa dikatakan di akhir tahun 2019 memang sedikit ada percepatan karena di awal tahun 2019 sebelumnya, justru tingkat hunian kamar agak lambat bergerak,” tambahnya.

Kemudian juga, sambung dia, harus diakui sejak dibukannya pintu masuk jalan tol dan dermaga eksekutif itu lumayan membantu bisnis perhotelan dalam meningkatkan TPK, terutama di periode weekend. “Sekarang kecendrungan stabil, apalagi kalau kita melihat di periode Desember 2019 memang puncaknya liburan sekolah, sehingga TPK bisa meningkat,” katanya.

Namun, sambung dia, jika di kompair dengan tahun lalu, diakui memanh ada penurunan karena adanya peningkatan jumlah hotel. Tapi, menurutnya, penurunan sebesar 1,25 poin masih merupakan angka yang cukup stabil, mengingat ada dua hotel yang baru dibuka di tahun 2019, yakni Hotel Radisson Lampung Kedaton dan Springhill Golden Tulip.

“Di 2019 memang agak sedikit melambat, tapi di 2020 trennya sudah sedikit membaik, karena kita bisa melihat rata-rata tingkat bookingan yang sudah diterima di 2019,” katanya.

Adapun beberpa faktor yang memengaruhi perlambatan TPK hotel antara lain karena adanya issu Tsunami. Hal itu diakui memberikan dampak negatif pada tingkat hunian kamar karena banyak pengunjung yang masih takut berkunjung ke Lampung. Kemudian level siaga krakatau juga berlangsung lama, serta kenaikan tiket pesawat di awal tahun.

Kemudian di awal tahun pergerakan untuk anggaran belanja pemerintah juga belum dimulai, serta yang tidak kalah besar efeknya yakni di tahun 2018-2019 merupakan tahun politik, mulai dari Pilkada, Pilgub, dan Pilpres yang turut memberikan pengaruh pada TPK hotel.

“Karena di Lampung untuk tingkat hunian hotel masih terpengaruh dengan belanja pemerintah dan perusahaan. Kemudian rata-rata tamu yang datang juga masih di dominasi oleh tamu dari perjalanan bisnis,” pungkasnya. (ega/ang)

Komentar

Rekomendasi