oleh

Kelompok Bahan Makanan Sumbang Inflasi Tertinggi Bandarlampung Capai 0,47 Persen

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung mencatat, kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,47 persen, di bulan Desember 2019. Ini terjadi lantaran adanya peningkatan indeks harga konsumen dari 139,26 pada November 2019 menjadi 139,92 pada Desember 2019.

Berdasarkan data yang ada, dari 6 dari 7 kelompok pengeluaran di kota Bandarlampung mengalami inflasi (peningkatan indeks), yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,29 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,6 persen.

Selanjutnya kelompok sandang 0,55 persen, kelompok kesehatan 0,60 persen; dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum mengatakan, sumbangan kelompok pengeluaran umum dalam pembentukan inflasi bulan Desember 2019, tercatat sebesar 0,47 persen. Adapun ke-6 kelompok pengeluaran diantaranya kelompok bahan makanan yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,31 persen.

Lalu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen; kelompok sandang 0,03 persen; dan kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan 0,05 persen.

“Sementara kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi,” kata Yeane, Kamis (2/1)

Sementara, komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi bulan Desember 2019 di antaranya telur ayam ras 0,1 persen; bawang merah 0,1 persen; cabai merah 0,08 persen; tomat sayur 0,05 persen; pasir 0,04 persen; angkutan antar kota 0,04 persen; jeruk 0,03 persen; serta pasta gigi, daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sambung dia, di bulan Desember 2019, inflasi kota Bandarlampung menempati peringkat ke-29 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Sebanyak 72 kota diantaranya mengalami inflasi, sementara 10 kota lainnya mengalami deflasi.

BPS mencatat, Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Watampone sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,88 persen dan deflasi terendah terjadi di Bukittinggi dan Singkawang masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Kota Bandarlampung pada Desember 2019, berdasarkan perhitungan inflasi tahun kalender point to point mengalami inflasi sebesar 3,53 persen dan inflasi year on year adalah sebesar 5,53 persen,” pungkasnya. (ega/ang)

Komentar

Rekomendasi