oleh

Banyak Jalan Amblas Gegara Galia KPBU SPAM, Ini Janji PT ATL

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU) sistem penyediaan air minum (SPAM) Bandarlampung masih menyisakan persoalan. Hasil galian banyak mengalami amblas dan terkesan dibiarkan menganga.

Sekretaris Kota (Sekkot) Bandarlampung Badri Tamam mengatakan akan segera menegur PT ATL selaku pihak yang menyelesaikan proyek tersebut. “Kalau yang untuk jalan kota akan segera saya sampaikan untuk diperbaiki yang amblas,” katanya, Kamis (2/1).

Sementara, untuk jalan nasional yang berada sepanjang Tegineneng-Rajabasa, dirinya menyebutkan, PT ATL tengah melakukan izin perbaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Mereka saat ini tengah meminta izin perbaikan kepada Kementerian PUPR. Sementara yang jalan kota, sudah mulai dikerjakan, nanti kita selesaikan itu ya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Site Manager PT ATL Freddy Abdurrahman mengatakan, pihaknya mengaku mengalami keterlambatan dalam pengaspalan, lantaran masih proses pemadatan secara alami.

“Sejauh ini masih pemadatan terus secara alami. Sebagian sudah kita tutup yang di Rajabasa. Akhir Januari 2020 ini akan kita aspal dari Mall Lampung sampai ke Gapura Bundaran Radin Intan Natar,” katanya kepada Radar Lampung via telepon.

Dia menyebutkan, bahwa progres pengerjaan pipa utama yang melalui sepanjang Tegineneng-Rajabasa telah selesai sekira 90 persen dan ditarget selesai April 2020.

“Awalnya kita targetkan akhir tahun 2019, tapi ternyata tidak bisa dan akhirnya penambahan waktu antara Maret-April 2020,” ucapnya.

Sementara, bagi kendaraan yang mengalami amblas di sepanjang pekerjaan SPAM, pihaknya siap membantu mengevakuasi dan memberikan konpensasi. “Kalau ada yang jeblos, langsung kita evakuasi. Kalau ada kerusakan akan kita bantu kerusakannya,” pungkasnya.

Sementara, Supervisor Pipa Distribusi PT ATL Widodo menyebutkan, pihaknya masih mengurus izin perbaikan pipa distribusi di jalan provinsi ke Dinas PU Provinsi Lampung. “Kita sudah ajukan hampir setahun tapi belum keluar izinnya,” katanya via telepon.

Pihaknya, telah melakukan perbaikan secara bertahap dan masih melakukan pemasangan pipa tersisa sekira 4 km di sepanjang Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam.

“Itu belum ada izin dari PU provinsi. Kalau ini belum selesai jadi kita belum bisa uji coba karena masih putus-pustus pipanya,” jelasnya.

Dia menyebutkan, meskipun demikian, pihaknya terus melakukan perbaikan lokasi-lokasi yang terdampak pembangunan. “Bagi yang merasa ada kerusakan, dapat melaporkannya ke PDAM Wayrilau, mereka akan menyampaikannya ke kami,” tandasnya.

Menilik kebelakang, Senin (16/12) truk fuso BE 9705 BJ bermuatan susu terperosok ke galian SPAM jalan raya Hajimena Km 14, Natar, Lampung Selatan, tepatnya di depan Lotte Mart. Akibatnya kemacetan panjang terjadi.

Sedangkan Minggu (29/12) lalu, satu unit truk Fuso pengangkut pasir terperosok di Jl. Z.A Pagar Alam, Rajabasa. Sabtu (28/12) saat hujan deras, dua truk juga terperosok di depan bekas Rumah Sakit Islam Alkhairiyah Umbul Thoif, Kecamatan Natar, Lamsel dan yang kedua lokasinya sebelum SPBU Desa Pemanggilan, Natar. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi