oleh

Nasir: Pikirkan Bersama Solusi Ganti Rugi Jalan Tol

radarlampung.co.id – Masih adanya warga di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng yang belum sepakat dengan ganti rugi lahan proyek Jalan Tol Trans Sumatera, menjadi perhatian Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir. Ini disebabkan adanya perbedaan persepsi.

“Sebenarnya kita sudah komunikasikan serta koordinasikan persoalan ini ke pemerintah provinsi dan pusat melalui Kementerian PUPR yang ada perwakilan PPK-nya,” kata M. Nasir, Senin (6/1).

Menurut dia, pemerintah memiliki aturan dan mekanisme dalam pelaksanaan ganti rugi lahan atau bangunan tersebut. ”Masih ada perbedaan persepsi. Karena di atas kaku. Ganti rugi lahan disamaratakan. Misalnya antara kebun dengan pemukiman. Tapi mudah-mudahan segera ada solusinya. Karena mereka (warga) cerita, kalau nilai gantinya segitu, mereka nggak bisa buat (bangunan) baru lagi,”ucapnya

Nasir berharap hal itu dapat menjadi pemikiran bersama untuk mencari solusinya. Karena memang dalam urusan ganti rugi lahan berpacu dengan aturan yang berlaku. ”Mudah-mudahan ada solusi atas kebutuhan penduduk,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng masih belum menemukan kata sepakat terkait ganti rugi lahan yang terkena JTTS yang ditetapkan oleh tim pembebasan lahan.

“Ada delapan warga lagi yang belum menandatangani penetapan ganti rugi lahan. Tepatnya di exit tol pintu Timur. Dua bangunan warga di sebelah kanan exit tol dan enam di kiri,” kata Norman selaku koordinator warga. (ozi/ais)

 

 

Komentar

Rekomendasi