oleh

Gelar Apel Gabungan Bencana Alam, Loekman: Jangan Lagi Ada Korban Jiwa!

radarlampung.co.id – Pemkab Lampung Tengah siaga bencana dengan menggelar apel gabungan yang melibatkan semua kepala OPD, TNI, Polri, Dishub, BPBD, Basarnas, Tagana dan Satpol PP di Nuwo Balak, Selasa (7/1). Semua personel diminta sigap hadapi bencana alam.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mengantisipasi cuaca ekstrem sekarang ini. “Terima kasih banyak kepada semua personel yang siap mengantisipasi cuaca ekstrem. Semuanya harus sigap hadapi bencana alam. Terutama di daerah rawan banjir.

Harus ada kerja sama yang baik dan semua dapat menyatu. Siap menghadapi kondisi darurat. Juga harus lebiih sensitif menerima setiap informasi bencana,” katanya.

Loekman menjelaskan, ada beberapa titik rawan banjir yang setiap tahun selalu terulang. “Ada beberapa titik rawan banjir yang selalu terulang. Hal ini tak bisa diselasikan dengan teknologi. Banyak masyarakat daerah yang tinggal di tempat tidak layak huni. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir sudah menyatu dengan kondisi alam. Jadi menghadapi bencana ini menjadi tanggung jawab bersama. Terima kasih juga atas dukungam TNI-Polri untuk antisipasi banjir,” ujarnya.

Bencana alam yang tahun lalu menelan korban jiwa, kata Loekman, jangan sampai terulang lagi. “Banjir tahun lalu telah menelan korban jiwa hingga lima atau tujuh jiwa kalau tidak salah. Mudah-mudahan tahun ini semoga tak terulang lagi. Kalau masalah kerugian materi pasti tak terhindarkan, utamanya masalah pertanian. Selalu banyak kerugian lahan pertanian terendam banjir,” ungkapnya.

Kepada TNI-Polri, Loekman juga berharap membantu menjaga stabilitas keamanan di daerah rawan banjir. “Saya minta bantu TNI-Polri ikut menjaga stabilitas keamanan di daerah rawan banjir. Apalagi ini tahun politik, segala sesuatu yang negatif dengan banjir selalu dikaitkan-kaitkan,” katanya.

Masalah akomodasi dan lain-lain, kata Loekman, koordinasi dengan BPBD di Sekretariat Siaga Bencana. “Masalah akomodasi koordinasi dengan BPBD di Sekretariat Siaga Bencana. Begitu juga jika ada masalah peralatan yang kurang di koordinasikan. Radio komunikasi harus aktif. Kita tetap berdoa semoga Lamteng tak mengalami banjir yang berat dan kalau ringan pasti terjadi. Buffer stock juga harus disiaplan. Insya Allah dengan kerja sama yang baik, semua dapat teratasi. Mudah-mudahan kerja baik semua dicatat menjadi amal ibadah kita,” ungkapnya.

Titik rawan banjir, kata Loekman, terjadi merata di wilyah barat, tengah, dan timur. “Wilayah barat, yakni Anaktuha, Pubian, Selagailingga, Bekri, dan Bumiratunuban atau daerah Gotongroyong. Kemudian wilayah tengah, yakni Terusannunyai dan Simpangagung. Wilayah timur dimulai dari Seputihbanyak, Rumbia, Bandarmataram, Seputihsurabaya, dan Bandarsurabaya. Titik-titik rawan banjir ini harus disikapi bersama,” paparnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Lamteng Zulfikar Irawan menyatakan persediaan buffer stock sekarang ini ada sekitar 200 paket dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Ada 200-an paket dari Baznas. Tim Tagana kita juga siap mengantisipasi bencana,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko juga menyatakan tenaga medis sudah dipersiapkan. “Tenaga medis sudah siap. Ada 39 ambulans standby di setiap puskesmas, RS 6 ambulans, dan dinas 1. Persediaan obat-obatan juga siap,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Lamteng Guntur Napitupulu menyatakan peralatan sudah siap semua. “Sudah siap semua. Di antaranya tiga perahu karet, delapan tenda, 50-an pelampung, satu tangki air bersih, dan dua unit damkar untuk pembersihan pascabanjir. Personel BPBD 50 orang terdiri atas 25 TKD dan 25 PNS siap siaga hadapi bencana,” ungkapnya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi