oleh

DPRD Lamtim Evaluasi Rutin Pelaksanaan APBD 2020

radarlampung.co.id – DPRD Lampung Timur meminta pemkab mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBD 2020. Ini menghindari keterlambatan pelaksanaan program seperti tahun sebelumnya. Khususnya pembangunan fisik.

Ketua DPRD Lamtim Ali Johan Arif menjelaskan, RAPBD 2020 telah disahkan pada 28 November 2019. Kemudian dievaluasi Gubernur Lampung dan hasilnya dibahas tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan DPRD.

”Kami berharap program kegiatan yang telah direncanakan segera dilaksanakan. Terlebih APBD 2020 sudah menggunakan sistem e-planing dan e-budgeting. Sehingga semua kegiatan yang direncanakan sudah jelas besaran anggaran dan peruntukannya,” tegas Ali Johan.

Baca :   Tanggamus Alokasikan Rp54 M untuk Penanganan Covid-19

Dilanjutkan, agar pelaksanaan kegiatan tepat waktu dan sesuai rencana, DPRD Lamtim akan meningkatkan pengawasan. Antara lain, dengan melakukan evaluasi program kegiatan secara rutin.

“Setiap tiga bulan sekali, DPRD akan mengevaluasi perkembangan realisasi pelaksanaan kegiatan yang direncanakan melalui APBD,” sebut dia.

Ali Johan menuturkan, melalui evaluasi rutin, diharapkan tidak ada lagi kegiatan yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 tidak terulang lagi.

Terpisah, Bupati Lamtim Zaiful Bokhari menyatakan, jajarannya telah menggelar rapat koodinasi guna percepatan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan melalui APBD 2020. “Kami sepakat dengan DPRD untuk percepatan pelaksanaan APBD 2020,” jelas Zaiful.

Baca :   Kerugian Korban Banjir Telukbetung Timur Masih Didata

Zaiful juga mendukung rencana DPRD yang akan melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan kegiatan. “Kami akan berupaya agar program yang telah direncanakan terlaksana tepat waktu,” sebut dia.

Diketahui, pendapatan Lamtim tahun 2020 diproyeksikan mencapai Rp2,203 triliun. Sumbernya dari pendapatam asli daerah (PAD) Rp153,317 miliar, dana perimbangan Rp1,509 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp540,784 miliar.

Kemudian belanja diproyeksikan mencapai Rp2,328 triliun. Anggaran itu dialokasikan untuk belanja tidak langsung Rp1,491 triliun dan belanja langsung Rp837,379 miliar. (wid/ais)

 

Komentar

Rekomendasi