oleh

Pelaku Akui Perkosa dan Bunuh Korban, Ini Kronologisnya

radarlampung.co.id – Triyono (32) dan Suyanto (38) mengakui bahwa korban atas nama MS (28) sempat meminta ampun dan tidak melakukan perlawanan. Bahkan korban pemerkosaan disertai dengan pembunuhan ini langsung menuruti perintah kedua tersangka untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Hal itu dilakukan korban lantaran Triyono sempat memukul kepala korban hingga mengeluarkan darah. Pengakuan ini diungkapkan oleh tersangka saat diwawancarai radarlampung.co.id, di Polsek Gunung Agung, Resort Tulang Bawang Barat, Rabu (8/1) sekitar Pukul 17.35 WIB.

Diakui Triyono dan Suyanto, bahwa niat jahat tersebut dilakukan keduanya setelah meminum tuak sebanyak dua teko di dua lokasi yang berbeda yakni di SP 7 dan SP 1.

“Kami berdua minumnya sejak sore, enggak banyak kok Mas cuman dua teko,” ungkap warga Tiyuh Bangun Jaya, RT 4 RW 4, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tubaba.

Dijelaskan Triyono bahwa malam itu pasca meminum tuak tersebut keduanya tidak dapat tidur. Karenanya ia kembali menghubungi Suyanto untuk jalan-jalan keluar rumah. Saat itu yang membawa motor adalah Suyanto. Namun setibanya di depan rumah almarhum, niat jahat itu muncul dan langsung menuju belakang rumah berdinding papan dengan ukuran sekitar 4 x 6 M tersebut.

Setelah melihat-lihat ke dalam dari celah-celah papan, dua tersangka yang masih bertetanggaan dengan korban tersebut mendongkel kunci pintu belakang rumah yang terbuat dari papan tersebut.

Saat itu keduanya pun masuk dan mendapati almarhum sedang tidur di depan TV bersama dua orang anaknya. Mereka langsung membangunkan korban dan mengajaknya untuk hubungan badan. Namun saat itu korban sempat menolak hingga akhirnya dia dipukul oleh Triyono di bagian kepala dan mengeluarkan darah segar.

Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kedua anaknya yang masih berusia 7 dan 3 tahun, korban pun menuruti permintaan Triyono. Hasilnya yang pertama melakukan hubungan badan tersebut adalah Suryanto sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah perbuatan bejat tersebut selesai barulah Suyanto memanggil Triyono untuk melakukan hal yang sama.

Berdasarkan pengakuan Triono saat Suyanto memerkosa, ia menjaga di pintu bagian belakang sembari menutup hordeng kamar agar 2 anak almarhum tidak melihat. “Saya suruh anaknya yang laki-laki masuk ke kamar bersama anak perempuannya yang masih kecil,”papar Triyono lagi.

Setelah selesai dalam keadaan terluka di bagian kepala, dua tersangka kembali mengajak almarhum keluar rumah untuk melakukan hal yang sama tepatnya di belakang rumah korban. Karenanya perbuatan keji tersebut kembali terjadi. Kali ini yang melakukan pertama adalah Triono baru kemudian disusul Suyanto. “Ya kami ngelakuinnya dua kali-dua kali,”jelas Triyono lagi.

Khawatir aksi bejat keduanya terbongkar, akhirnya Triyono dan Suyanto bersepakat untuk menghabisi korban. Di hadapan kedua tersangka, almarhum sempat meminta agar tidak melakukan kekerasan apalagi membunuhnya. Sebab ia masih mempunyai dua anak serta berjanji tidak akan mengungkapkan kepada siapapun. “Tapi karena takut, sebab kami ini kenal. Akhirnya kami sepakat menghabisinya,”tuturnya tanpa rasa bersalah.

Setelah korban dihabisi dan dipastikan sudah meninggal dunia, korban yang sudah dalam keadaan tak berbusana tersebut diangkat oleh kedua tersangka menuju perkebunan karet dengan jarak sekitar 500 meter dari rumah korban. Di lokasi tersebut kedua tersangka menggali lubang untuk menguburkan jenazah almarhum. Perannya yakni Triyono menggali lubang sedangkan Suyanto menyenter lokasi dengan lampu motor Honda Supra X 125 Triyono. “Kami tanam, supaya gak ketahuan,”jelasnya lagi.

Setelah dari lokasi penghilangan jejak itu, keduanya kemudian kembali ke rumah korban dan melakukan pembakaran secara bersama-sama. “Setelah itu kami pergi nggak pulang-pulang ke rumah sampai akhirnya saya ditangkap di Polsek ini,”papar pria yang sudah meresahkan masyarakat sekitar ini lagi. (fei/yud)

Komentar

Rekomendasi