oleh

Pengadaan Tapping Box, BPPRD Bandarlampung Tagih Janji Bank Lampung

radarlampung.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalu Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung menagih janji Bank Lampung dalam pengadaan tapping box.

Kepala BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan, Bank Lampung pernah menjanjikan akan memasang tapping box sebanyak 500 unit. Namun, selama dua tahun 2018-2019 baru terealisasi sebanyak 300 unit.

“Sementara sisanya 200 akan dipasangan tahun 2020 ini. Jadi kami akan tagih lagi karena masih banyak yang belum dipasang,” katanya, Rabu (8/1).

Meskipun demikian, pihaknya akan menerima bila memang pihak Bank Lampung hanya bisa mengadakan sebanyak 100 unit.

“Kalau kita terima saja, kasih 100 unit kita terima, karena vendor mereka hanya lima sementara proses memasangnya memakan waktu cukup lama,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pemasangan satu tapping dapat memakan waktu dua jam sampai seharian tergantung tingkat kesulitannya. Sementara ini, pihaknya menilai, tapping box yang sudah tersedia saat ini dinilai masih kurang optimal untuk meng-cover keseluruhan wajib pajak (WP).

Adapun wajib pajak yang dimaksud yakni jenis objek pajak mulai restoran, hotel dan tempat hiburan. Selain itu, ada beberapa wajib pajak yang membandel untuk menggunakan tapping box. “Mereka masih kerap kali kucing-kucingan. Ada yang sadar ada yang tidak,” bebernya.

Dalam rangka penertiban penggunaan tapping box tersebut, pihaknya berupaya melaksanakan monitoring menggunakan dasbord (layar TV) yang sudah terkoneksi. “Petugas kita yang menunggu dasbord. Apabila termonitor tidak bergerak maka kami turun langsung,” jelasnya.

Walau demikian, dirinya menerangkan bahwa, tidak berfungisnya tapping box dikarenkan ada kesalahan pada alatnya atau kesalahan WP, karena tidak mau memakai.

Pihaknya juga akan melaksanakan evaluasi setiap hari terkait aktivitas tapping box dengan memantau melalui dasboard (layar monitor) oleh petugas pengecekan tapping box dari BPPRD sebanyak 20 orang dan lima orang dari vendor.

Dengan bertambahnya tapping box, Yanwardi berharap antisipasi peluang kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dapat diminimalisir. “Ya kalau itu dipakai insyaallah PAD tidak banyak bocor. Kalau ada petugas kedapatan bermain maka akan kami beri sanksi pemecatan bahkan pindana,” pungkasnya. (apr/ang)

Komentar

Rekomendasi