oleh

IMA Gelar Robusta Goes To Campus

radarlampung.co.id – Indonesia Marketing Association (IMA) Lampung terus berkomitmen untuk mendongkrak popularitas kopi robusta Lampung di mata masyarakat. Salah satunya dengan menggelar Robusta Goes To Campus (RGTC) di enam kampus selama enam bulan ke depan.

Adapun ke-6 kampus tersebut antara lain Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Universitas Bandar Lampung (UBL), Universitas Lampung (Unila), Universitas Teknokrat Indonesia, Institut Teknologi Sumatera (Itera), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Presiden IMA Lampung, Heri Andrian mengatakan, bulan ini kegiatan di mulai dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, dengan menghadirkan 3 pemateri, yakni Owner & Founder Kripik Pisang Askha Jaya, Askha; Owner & Founder Warkop WAW, Komar; dan Owner & Founder D’Oranye Coffee, Rossie.

“Jadi dalam acara ini, kita ingin memberi tahu para mahasiswa tentang kondisi kopi robusta di Lampung yang sedang berusaha untuk bangkit dan bersaing dengan kopi lainnya,” katanya pada radarlampung.co.id, Kamis (9/1).

Tidak hanya itu, dengan mengusung tagline Gerakan Cinta Robusta (Getaro), event tersebut juga diisi dengan kegiatan Coffee Bazar, Photo Contest, dan demo membuat es kopi lezat dari sejumlah UMKM kopi yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini merupakan salah satu gerakan dari IMA, tidak hanya di kampus saja, tapi kedepannya kita akan gelar di perusahaan-perusahaan juga. Kita akan mencoba lakukan kerjasama untuk memasarkan kopi robusta Lampung ini,” katanya.

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga berencana untuk menggandeng instansi pemerintahan, mengingat Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung juga merupakan salah satu pihaknya yang concern untuk mengurusi masalah kopi robusta Lampung.

Dia berharap, dari kegiatan ini nantinya dapat membantu meningkatkan harga kopi robusta Lampung di pasaran hingga mencapai Rp50 ribu per kg. “Karena sekarang harganya hanya Rp18 ribu – Rp20 ribu, padahal kopi lainnya bisa sampai Rp100 ribu,” katanya.

Dia juga mengatakan, kopi robusta Lampung sendiri saat ini sudah memiliki kualitas yang lebih baik dengan proses penanaman dan pengolahan yang tertata. Namun sayangnya, sejumlah petani kopi khususnya di Lampumg Barat masih kesulitan untuk memasarkan kopinya dan bersaing dengan kopi lain.

“Maka itu, adanya Getaro ini dimaksukan untuk membuka market mereka. Kita mulai dari mahasiswa, lalu kemudian meningkat ke perkantoran dan dinas-dinas. Harapan kita citra kopi robusta bisa meningkat, harga kopi naik dan petani bisa sejahtera,” pungkasnya. (ega/yud)

Komentar

Rekomendasi