oleh

Maporina Diminta Maksimalkan Pertanian Organik

radarlampung.co.id – Pimpinan Cabang Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) atau Organic Farming Society of Indonesia Lampung Tengah dilantik di Kampung Renobasuki, Kecamatan Seputihraman, Kamis (9/1). Dengan tema Membumikan Pertanian Organik di Lamteng dilakukan pelatihan pupuk cair organik dan pelatihan hidroponik.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang juga ketua Maporina Lampung menyatakan hasil pertanian Lampung paling luas di Lamteng, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. “Semua pihak bergantung hasil pertanian. Banyak persoalan kesehatan ada keterkaitan dengan hasil produksi pertanian yang dikonsumsi. Hukum alam akibat penggunaan pestisida, obat kimia, dan pupuk kimia berlebih. Berbagai penyakit yang timbul juga ada kaitannya dengan asupan makanan. Asupan makanan berefek bagi kesehatan,” katanya dalam sambutan.

Karena itu, kata Nunik –sapaan akrab Chusnunia Chalim– pola pertanian organik harus digalakkan. “Pola pertanian organik harus digalakkan para petani. Apalagi hasil pertanian organik sekarang ini semakin antusias peminatnya. Sekarang lebih mudah mencari makanan organik,” ujarnya.

Nunik meminta Maporina memaksimalkan peran mengedukasi masyarakat. “Maksimalkan peran mengedukasi masyarakat. Dorong pertanian organik lebih luas. Tanamkan bahwa bertani organik lebih mudah. Lakukan pelatihan pupuk organik bagi petani. Pupuk organik bisa buat sendiri. Jadikan ini sebagai momen memperjuangkan pertanian organik.  Harus dimulai secara maksimal. Kemampuan petani harus di-upgrade. Pemasaran juga harus diperjuangkan. Hadirnya Maporina diharapkan memperjuangan pertanian organik. Ini demi kesejahteraan petani dan kesehatan,” pintanya.

Sekali lagi, Nunik meminta Maporina berupaya memaksimalkan pertanian organik di Lampung. “Saya harap peran kawan-kawan maksimal. Ini karena pertanian organik suatu keniscayaan bagi kesehatan. Kalau pertanian nonorganik pestisidanya tinggi, kimia tinggi, dan tanah juga lelah. Dari sisi kesehatan yang memakan hasil pertanian juga berpengaruh. Persentase hasil pertanian organik sekarang ini jauh sekali. Perlu kerja keras,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung Kusnardi menyatakan pangan yang dimakan harus aman. “Panganan yang dimakan harus aman bagi kesehatan. Makanan harus dicek. Apalagi pasar menuntut produk pangan yang aman. Ada beberapa komoditas perkebunan kita ditolak saat diekspor,” ujarnya.

Produk makanan, kata Kusnardi, harus disertifikasi supaya benar-benar layak konsumsi. “Sertifikasi produk makanan harus dilakukan. Sekarang ini masih gratis kalau mau sertifikasi produk makanan. Sertifikasi ini penting untuk aspek kesehatan dan kesejahteraan. Produk organik harus lebih mahal,” ungkapnya.

Sementara Ketua Maporina Lamteng Cecep Jamani menyatakan setelah dilantik akan mengumpulkan stakeholder terkait. “Rencana kerja kita akan mengumpulkan stakeholder terkait, baik Gapoktan dan petani-petaninya. Juga OPD-OPD terkait untuk menyampaikan program dan pelatihan,” katanya.

Pelatihan, kata Cecep, akan dicanangkan kepada semua petani. “Kita akan canangkan kepada semua petani. Kalau bisa petani bisa buat pupuk organik sendiri. Kita akan kerahkan anggota Maporina yang ada untuk membentuk satuan di tingkat kampung. Nanti petani dibina dan dilatih membuat pupuk organik. Bahkan bercocok tanam secara organik. Apalagi Mentan RI memprioritaskan pertanian organik. Ini kita sambut baik. Kalau bisa 100 persen pertanian organik semua. Masyarakat sehat dan kesejahteraan petani meningkat. Kita akan ubah maind set bertani organik itu mudah dan tak sulit,” ungkapnya.

Hadir dalam pelantikan di antaranya mantan anggota DPD RI Anang Prihantoro, Camat Kotagajah Muliawan, tokoh masyarakat, dan para petani. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi