oleh

Ini Mekanisme Pengajuan Pembangunan Jalan, Tidak Pakai Proposal

radarlampung.co.id –  Pengajuan pembangunan infrastruktur jalan di Lampung Tengah sudah ada mekanisme yang diatur dan bukan pengajuan dalam bentuk proposal. Yakni melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kampung, musrenbang kecamatan, hingga musrenbang kabupaten; hasil reses DPRD Lamteng; dan janji politik kepala daerah.

Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Ismail menyatakan pengajuan pembangunan jalan sudah tidak bisa lagi melalui proposal. “Mekanismenya sudah tidak bisa lagi lewat proposal. Harus melalui proses murenbang kampung, musrenbang kecamatan, hingga musrenbang kabupaten. Kalau usulan pembangunan jalan provinsi, kita teruskan. Kemudian melalui reses DPRD Lamteng dan janji politik bupati. Tapi, semua itu bergantung dengan anggaran yang ada. Saya rasa semua sudah diakomodasi,” katanya saat ditanya di Gedung DPRD Lamteng usai hearing, Jumat (10/1).

Terkait anggaran untuk pembangunan fisik 2020 di Dinas Bina Marga, kata Ismail, turun sekitar Rp50 miliaran. “Anggaran turun sekitar Rp50 miliaran dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini untuk fisik sekitar Rp160 miliaran dari APBD Lamteng. Kalau tahun lalu dengan APBD Perubahan sekitar Rp206 miliaran,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Sriharjo, Kampung Negarabumi Ilir, Kecamatan Anaktuha,  Lampung Tengah, mengharapkan pembangunan jalan. Hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung dalam bidang pertanian.

Kepala Kampung Negarabumi Ilir Indra Sanjaya menuturkan bahwa pengajuan pembangunan jalan sudah dua kali. “Sudah dua kali diajukan pembangunan jalan ke Dinas Bina Marga Lamteng. Tapi, tak ada tindak lanjut. Bahkan pernah yang pertama camat langsung yang antar. Malah dioper sana sini seperti bola,” katanya.

Indra mengatakan pembangunan jalan ini penting dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung, khususnya di wilayah Dusun Sriharjo, Kampung Negarabumi Ilir. “Pebangunan jalan ini penting untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Jika sarana jalan baik, transportasi jadi lancar. Jalan ini juga sebagai pembuka akses jalan yang terisolasi. Menghubungkan antar kampun dan tembus ke Kecamatan Seputihagung,” ujarnya.

Panjang jalan yang diharapkan untuk dibangun, kata Indra,  sekitar 4 meter x 3.250 meter. “Jalan hotmix yang diharapkan bisa dibangun 4 m x 3.250 m. Ada sebanyak 835 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sriharjo,” ungkapnya.

Sebagai kepala kampung, Indra berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap proposal pembangunan jalan yang diajukan. “Kita harap Bapak Bupati bisa merealisasikan pembangunan jalan ini. Jadi prioritas pembangunan infrastruktur,” harapnya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi