oleh

Literasi Tidak hanya Sebatas Membaca Buku

radarlampung.co.id – Beberapa waktu lalu, dari riset yang dilakukan oleh praktisi pendidikan, Indra Chrismiadji di beberapa daerah ditemukan masih banyak guru yang enggan membaca. Di beberapa daerah, di Indonesia kemampuan membaca guru masih sangat rendah.

Atas hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lampung Suharto mengatakan, seorang guru tentunya membaca, tetapi apa yang dibaca oleh guru itu masing-masing berbeda.

“Kalau guru tidak membaca kan tidak bisa menjadi guru. Semua guru membaca pasti membaca. Perkara apa yang dibaca itu lain cerita. Guru itu orang-orang cerdas,” katanya, Jumat (10/1).

Menurutnya, membaca itu juga bagian dari literasi, literasi tidak hanya sebatas hanya membaca buku, tetapi literasi memiliki arti yang lebih luas.

“Literasi tidak hanya sebatas membaca buku, ada literasi digital, dengan medianya digital, dan lainnya. Tentunya di abad 21 ini, guru dituntut untuk memiliki literasi yang baik. Agar anak-anak didiknya juga memiliki literasi yang baik,” ungkapnya.

Ia menuturkan, literasi sudah menjadi bagian dari budaya di sekolah, sehingga setiap sekolah sudah mengembangkan literasi dengan ragam dan cara yang berbeda-beda. Ditambah dengan adanya smart school yang beberapa waktu lalu sudah diluncurkan.

“Itu juga bagian dari upaya kita untuk mencerdaskan dan melek teknologi. Itu juga literasi dengan medianya digital. Jadi literasi tidak hanya sebatas baca tulis, tetapi semua yang berhubungan dengan keterbacaan tanda-tanda. Dan itu harus diajarkan ke anak-anak kita di abad 21 ini,” pungkasnya. (rur/ang)

 

Komentar

Rekomendasi