oleh

KPB Sasar Nelayan dan Peternak

radarlampung.co.id – Program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung melalui program Kartu Petani Berjaya (KPB) tidak hanya berlaku untuk petani. Melainkan nelayan dan peternak pun juga bakal menikmati program tersebut.

Meskipun, Sekprov Lampung Fahrizal Darminto menyebut program KPB memang tahap awal lebih fokus ke petani tanaman pangan. Namun, hal ini justru menjadi role model penerapan KPB ke berbagai kelompok tani maupun nelayan dan peternak lainnya.

“KPB memang baru dimulai dan penerapannya tidak bisa sekaligus. Jadi untuk tahapan pertama ini fokus kita ke tanaman pangan,” ujar Fahrizal, Sabtu (11/1)

Dengan menjadikan role model ini, artinya Pemprov bakal tahu bagaimana penerapan KPB yang sesuai untuk petani. Meskipun dengan perbedaan penerapan antar kelompok tani.

“Jadi nanti setelah tahu modelnya kita replikasi modelnya. Kan memang dunia petani dan nelayan berbeda. Begitu juga peternakan. Jadi fokusnya pertanian dulu, ini tidak lama secara pararel dikembangkan untuk yang lain,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua tim kartu petani berjaya M. Yusuf Barusman mengatakan, dari 700 ribuan petani di provinsi Lampung, yang layak mendapatkan bantuan sebanyak 605 ribu petani. Untuk pemberian bantuan pertama, tim KPB mengaku akan memfokuskan kepada petani padi sawah.

Baca :   Ombak Besar, Nelayan Pesbar Terpaksa Istirahat

“Jadi total petani di Lampung ada 700 ribuan petani, yang berhak mendapatkan subsidi hanya 605 ribu tapi akan diserahkan bertahap ya. Untuk pertama kita akan memasuki dulu petani padi sawah, tapi nanti akan seluruh komoditi,” beber Yusuf.

Untuk petani padi sawah, kebanyakan berada di Kabupaten Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Metro. Karena banyak melibatkan berbagai pihak, Yusuf menyebut sosialisasi pun masih dilakukan hingga saat ini dan bertahap.

“Jadi kita sudah sosialisasi di Pringsewu, karena KPB ini melibatkan berbagai pihak. Jadi kita sosialisasi berbagai level, sekarang baru sampai ring kecamatan. Selain di Pringsewu untuk petani padi sawah ini ya banyak juga ditemukan di Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Metro,” tambah Yusuf.

Ditambahkan Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Kusnardi, kegiatan sosialisasi memang telah dilakukan dan difokuskan di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Sekitar 2600 lebih petani telah diberikan sosialisasi yang terbagi di 8 lokasi.

Baca :   Ombak Besar, Nelayan Pesbar Terpaksa Istirahat

“Jadi sosialisasi ini perlu ya, karena banyak hal yang harus didata salah satunya nomor rekeningnya petani. Maka itu kita uji coba dulu sementara di Pringsewu di kecamatan Gadingrejo. Sebenarnya data ratus ribu petani sudah diinput, cuma yang kita paripurna sekalian pengisian rekening bank ya di Gadingrejo,” beber Kusnardi.

Menurut Kusnardi, nomor rekening tersebut nantinya sebagai perantara pemberian bantuan dari Pemprov Lampung. Mulai subsidi hingga KUR (kredit usaha rakyat) nantinya.

“Jadi kegiatan yang di Pringsewu ini utamanya untuk petani padi sawah. Dan semuanya akan menggunakan sistem non tunai. Jadi dengan ini sekalian evaluasi nanti kalau ada perbaikan tinggal kedepannya lebih baik lagi, kan kita menyusun sistemnya harus segera dilaksanakan kalau tidak ya kapan lagi sambil kita evaluasi,” tandasnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi