oleh

Berutang Ratusan Juta, Kades di Lamsel : Kalau Ada Rezeki Dibayar

radarlampung.co.id – Oknum Kepala Desa Karangraja Kecamatan Merbaumataram Lampung Selatan (Lamsel), Rosmiati tersangkut urusan utang piutang dalam jumlah besar.

Ya, hal ini terungkap setelah Afrini (40), warga Perumnas Wayhalim Bandarlampung meminta Rosmiati mengembalikan uang miliknya sebesar Rp150 juta.

Afrini menuturkan, awal mula penipuan tersebut terjadi pada tahun 2018, Rosmiati meminjam uang kepadanya sekitar Rp150 juta dengan alasan untuk biaya sekolah anaknya dan keperluan lainnya. Namun, hingga awal tahun 2019, uang tersebut tak kunjung dibalikan.

“Awalnya saya iba, memang suaminya (Suparman Mantan Anggota DPRD Lamsel, red) itu teman dekat. Dia telepon saya kalau suaminya terkena musibah, karena dia teman saya kasihlah dia pinjam waktu itu Rp50 juta, kemudian saya merasa ditipu sampai beberapa kali dia minjam dengan alasan untuk anaknya sekolah, dan sebagainya, kalau ditotal-total sampai Rp150 jutaan,” jelasnya kepada Radar Lampung, Senin (13/1).

Afrini mencoba menghubungi pelaku berulang kali. Namun menurutnya Rosmiati tetap saja bilang belum ada uang. Pada akhirnya, Rosmiati tiba-tiba mengiming-imingi korban dengan mengganti uang korban dengan melakukan penggandan uang.

“Dia bilang, uangnya di gandakan dengan guru spiritualnya. Saya bilang yang penting utangnya dibayar. Soal ganda mengganda itu terserah. Berselang beberapa bulan, Dia minta saya ke rumahnya, sampai dirumahnya dia menunjukan tas, dia bilang tasnya itu dikirim lewat gaib, dalam tas tersebut sudah ada uang beserta penggandaannya dan harus dibuka saat saya sampai rumah,”katanya.

Tiba dirumah, sambung Afrini, uang tersebut tidak ada, lagi-lagi usaha afrini sia-sia. Dirinya terus melakukan usaha penagihan. Namun,Rosmiati tetap berdalih bahwa akan dikembalikan. Kali ini, Rosmiati menyerahkan surat tanah hak garapan di register 17 batu Serampok seluas 0,725 meter Dusun Temiang Desa Pardasuka Kecamatan Katibung Lamsel.

“Tanah ini sempat saya mau jual. Sudah ada yang mau beli, tapi pembeli tidak mau kalau belum ada bukti penyerahan berupa kwitansi kalau pemilik tanah memang milik saya,” ujarnya.

Afrini masih menunggu itikad baik Rosmiati sebelum menyeret masalah ini ke ranah hukum. “Tapi kalau memang dia tak ada itikad baik ya dalam waktu dekat ini saya akan bawa ini ke ranah hukum, karena ini sudah beberapa kali menipu saya. Sampai saat ini uang yang dia pinjam tidak dia kembalikan,” keluhnya.

Terpisah, Rosmiati membenarkan dirinya telah meminjam uang kepada Afrini. Tapi dia berjanji segera mengembalikan uang tersebut. Namun, lantaran dirinya belum memiliki uang, akhirnya hingga saat ini uang pinjaman tersebut belum sanggup dia kembalikan.

“Namanya utang, kalau sudah ada rezeki pasti saya bayar. Kalau sudah ada duit. Nanti saya telpon dia kok,” katanya saat hubungi Radar Lampung via telepon, Senin (13/1) sore.

Meskipun demikian, hingga akhir telepon, Rosmiati tidak mau berjanji kapan dirinya akan mengembalikan uang tersebut. “Engga tahu kapan, yang jelas kalau sudah ada uang saya bel dia dan saya pulangkan, memang utangnya udah lama, tapikan tiap saya ketemu dia selalu baik kok, jadi ya enggak ada masalah,” tandasnya. (apr/yud)

Komentar

Rekomendasi