oleh

Dokter Spesialis Mogok, Ini Komentar Ketua DPRD dan Akademisi

radarlampung.co.id – Aksi mogok yang dilakukan para dokter Spesialis Rumah Sakit Daerah (RSD) Ryacudu Kotabumi pada Senin (13/1), mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Ketua DPRD Lampung Utara (Lampura) Romli.

Menurut Romli, pihaknya tidak mengetahui adanya Dokter Spesialis yang mogok. Untuk mengetahui hal tersebut, dirinya langsung melakukan Sidak (Inspeksi mendadak) ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Ryacudu.

“Pas saya tahu informasi itu, kami langsung kesini (RSD Ryacudu). Ternyata, beberapa ruangan seperti ruang dokter maupun ruang poli, tidak ada satupun dokter spesialis yang kerja. Saya miris melihatnya. Seluruh dokter spesialis menolak untuk melayani pasien. Jadi, cuma dokter umum yang melayani,” ungkap Romli, Selasa (14/1).

Romli menyayangkan adanya aksi mogok para dokter spesialis. Hal ini karena sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang ingin berobat, terpaksa mendapat pelayanan seadanya dan harus memilih berobat ke RS lain jika ingin mendapatkan pelayanan intensif.

Baca :   Polresta Masih Lidik Insentif Kader Kesehatan Pahoman

“Ternyata, mereka hanya mementingkan pribadi saja. Seharusnya mereka tidak seperti itu. Karena ini soal kepentingan orang banyak,” katanya.

Namun, Romli berjanji akan segera mungkin menindaklanjuti kondisi tersebut agar tidak berlarut-larut. Sehingga, pelayanan terhadap pasien akan kembali berjalan normal seperti biasanya. “Sekali lagi, saya mohon kebesaran hati para dokter spesialis untuk tetap melayani pasien sembari kami bersama eksekutif mencari solusi terkait tuntutan mereka,” pinta Romli.

Terpisah, Suwardi Amri, Akademsi sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi mengaku miris dengan sikap para dokter spesialis yang hanya mementingkan pribadi diatas kepentingan masyarakat.

“Dokter itu kan sudah disumpah dan ada kode etiknya. Seharusnya mereka tidak berbuat seperti itu. Karena gara-gara sikap mereka, pelayanan terganggu, masyarakat butuh dilayani dan diobati oleh dokter spesialis,” katanya.

Baca :   Polresta Masih Lidik Insentif Kader Kesehatan Pahoman

Menurutnya, meskipun langkah tersebut dalam rangka memperjuangkan hak mereka, seharusnya jalan yang ditempuh tidak harus diselesaikan dengan cara-cara seperti itu. Apalagi dampak yang ditimbulkan dari aksi mogok para dokter sampai membuat para pasien tidak terlayani hak-hak kesehatannya.

Sebagai dokter, sudah selayaknya jika mereka lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi. Apalagi jalur komunikasi sudah dibangun melalui koordinasi antara pimpinan rumah sakit dengan pemerintah kabupaten setempat.

“Ini harus disikapi serius. Harusnya mereka (dokter,Red) bisa lebih bersabar dalam menyikapi persoalan ini. Saya rasa mereka juga tahu bagaimana kondisi keuangan daerah saat ini. Terlebih persoalan insentif dan jasa-jasa lainnya sudah dikomunikasikan dengan pemkab,” kata dia.(ozy/yud)

Komentar

Rekomendasi