oleh

Sekolah Tidak Bisa Merubah Nilai di Dapodik

radalampung.co.id – Setelah pendaftaran akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ditutup, sekolah bersiap untuk melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), serta pemeringkatan siswa. Tahapan tersebut dijadwalkan pada 15 Januari hingga 8 Februari mendatang. Sedangkan, pendaftaran SNMPTN pada tanggal 11 – 25 Februari.

Kepala SMA Negeri 2 Bandarlampung Jumani Darjo mengatakan, pihaknya sudah membentuk panitia untuk melalukan pendaftaran akun LTMPT maupun pengisian PDSS dan pemeringkatan siswa. “Setelah menyelesaikan tahapan tang kemarin. Panitia akan melakukan pemeringkatan yang 40 persen,” ujarnya, Selasa (14/1).

Ia menjelaskan, dalam pemeringkatan siswa, pihaknya menggunakan nilai rapor yang sudah diunggah di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Dalam pemeringkatan ada rambu-rambunya, yang diperingkatkan berdasarkan mata pelajaran pokok pada jurusan masing-masing pada semester 1 sampai semester 5. Misalnya IPA, yaitu matematika, fisika, biologi, kimia, bahasa inggris dan bahasa indonesia,” jelasnya.

Pihaknya meyakini, bahwa sekolah tidak bisa merekayasa nilai-nilai yang sudah diunggah ke Dapodik. “Saya yakin sekolah tidak bisa main-main dalam pemeringkatan ini. Sebab, nanti akan jadi masalah saat diterima di perguruan tinggi,” tukasnya.

Terpisah, kepala SMA Negeri 5 Bandarlampung Hendra Putra mengatakan, saat ini pihaknya tengah memvalidasi nilai-nilai rapor semester para peserta didik. “Jangan sampai ada yang keliru. Mungkin sekitar 2 atau 3 hari pemeringkatan sudah selesai,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, pemeringkatan dilakukan berdasarkan akreditasi sekolah masing-masing. Ia mencontohkan, SMA N 5 mendapatkan kuota 40 persen karena akreditasi sekolah A. “Nah, untuk menentukan 40 persen nilai tertinggi tersebut, sekolah melakukan pemeringkatan yang ditentukan nilai pengetahuan dari semester 1 sampai semester 5 untuk pelajaran pokok per jurusan,” terangnya.

Namun, lanjutnya, jika nanti saat pemeringkatan ditemukan ada peserta didik memiliki nilai yang sama, pemeringkatan akan diserahkan ke sekolah. “Dalam pemeringkatan itu juga ada rambu-rambunya. Kemungkinan ditentukan banyaknya prestasi yang diraih diantara peserta didik yang nilainya sama tersebut,” pungkasnya. (rur/ang)

Komentar

Rekomendasi