oleh

Nazaruddin Kian Terpojok Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

radarlampung.co.id – Kembali bergulir, sidang pencemaran nama baik atas terdakwa Nazaruddin kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (16/1). Kali ini sidang perkara yang menjerat Wakil Ketua DPD Partai Hanura Lampung Nazaruddin diagendakan dengan keterangan saksi.

Pada kesempatan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anyk Kurniasih menghadirkan saksi korban Ketua DPD Partai Hanura Lampung Benny Uzer.
Dalam persidangan, terdakwa Nazarudin mendapat kesempatan bertanya kepada saksi korban.

“Saya sampaikan mungkin memang dengan pak Benny ada hubungan yang saling memojokkan, apa yang disampaikan kita yakni pribadi ketemu biasa, dalam partai biasa, tadi materil dan inmaterial, saya ketemu pengacara dan bertanya, pertama benar tidak saya mengancam. Saya bilang tidak. Kedua minta kompensasi terus saya bilang,” sebut Nazaruddin.

“Jadi ada yang ditanya tidak?” sela Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziraluo.

“Ya saya mau nanya, karena mau selesai dan minta kompensasi dan saya nanya angkanya minta angka berapa? Karena sudah keluar banyak,” tanya Nazaruddin kepada Benny.

“Saya sampaikan harga diri saya tidak bisa dinilai dengan apapun, tapi saya wajib menebus pencemaran nama baik, tidak ada,” tegas Benny.

Nazaruddin pun menanyakan apakah saksi korban Benny tidak berfikir bahwa laporanya telah merusak nama baiknya.

“Pak Benny menganggap saya sudah mencemarkan dan keluarga, sekarang saya balik, tolong anda berfikir apakah anda tidak punya perasaan seperti itu mengingat hingga bergulir ke persidangan?” tanya Nazaruddin.

“Sekarang terdakwa bisa bicara seperti itu,” ujar Benny.

Setelah memberikan kesaksian Majelis Hakim pun menunda persidangan minggu depan.

“Sidang kita tunda minggu depan untuk agenda selanjutnya,” tutup Pastra.

Sebelumnya diberitakan, diduga melakukan pencemaran nama baik, Wakil Ketua DPD Partai Hanura Lampung Nazaruddin duduk di kursi pesakitan, Jumat (29/11).

Nazaruddin akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang pasca berselisih dengan Ketua DPD Partai Hanura Lampung Benny Uzer.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, JPU Anyk Kurniasih menyebutkan bahwa terdakwa Nazaruddin dengan sengaja dan tanpa hak Mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaraan nama baik.

Lanjut JPU, terdakwa telah mengatakan beberapa kata yang tidak etis sehingga mencemarkan nama baik serta merendahkan dan menjatuhkan martabat saksi korban Benny Uzer melalui media sosial dan WhatsApp.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pidana pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 Tentang PErubahan atas UU RI No.11 tahun 2008  Tentang Informasi dan Transaksi elektronik,” tandasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi