oleh

Tubaba Siap Gelar Sharing Time Megalithic Millenium Art

Radarlampung.co.id- Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan menggelar Acara Bertajuk Sharing Time Megalithic Millennium Art pada tanggal 22-26 Januari 2020. Acara berkonsep sarasehan, workshop, dan pertunjukan tersebut akan berlangsung di Kota Budaya Uluan Nughik, Sesat Agung Komplek Islamik Center Tubaba, Las Sengok di Tiyuh Karta, dan Situs Patung Megow Pak, Tubaba.

Acara ini digagas Bupati Tubaba Hi.Umar Ahmad, SP, dan Almarhum Suprapto Suryodarmo sebelum dia meninggal. Suprapto Suryodarmo adalah seniman yang dikenal luas melalui sebuah metode performance yang bernama “Joget Amerta”. Sebagai metode olah gerak, Joget Amerta menekankan pada pencarian ke dalam inner dari diri si penari itu sendiri, lalu membangun kesadaran akan hubungan dengan lingkungan sekitar, manusia dan Tuhan.

Joget Amerta bukanlah tari dalam pengertian teknis dan memiliki teknik-teknik gerak yang baku,  tetapi seperti apa yang dikatakan oleh Maestro Sardono W Kusumo apa yang dilakukan Suprapto Suryodarmo justru menjadi lebih penting karena dia mampu menciptakan atmosfer tari itu sendiri. Bahkan sebagian orang menyebut Joget Amerta sebagai meditasi gerak.

Baca :   Di Tubaba, 353 Keluarga Keluar dari Program PKH

Di satu sisi, Umar Ahmad selaku Bupati Tubaba memiliki visi menjadikan daerah itu sebagai satu wilayah yang memiliki atmosfer kebudayaan, sekaligus wilayah yang memiliki wawasan ekologis. Dirinya percaya bahwa melalui pendidikan kesenian dan lingkungan, manusia bisa berubah menjadi lebih baik, menjadi lebih beradab dalam kehidupan sosial masyarakat.

Direncanakan pejabat yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Hilmar Farid ( Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia). Hilmar bakal jadi pembicara dalam sarasehan bertajuk Membangun Manusia Lewat Jalan Kebudayaan. Kemudian, para penyaji yang akan hadir diantaranya adalah Andy Burnham ( Arkeolog, pendiri dan editor web Megalithic Portal, Inggris), Alex Gebe (Seniman, anggota Teater Kober Lampung), Ari Rudenko ( Seniman lintas disiplin  dari Amerika Serikat), dan Anna Thu Schmidt (Jerman). (rls/fei/wdi)

Komentar

Rekomendasi