oleh

Diisukan Bangkrut, Nurdin : Bank Lampung Masih Sehat

radarlampung.co.id – Bank Lampung dengan tegas membantah kabar yang beredar terkait bangkrutnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut. Hal ini diungkapkan Direktur Bisnis Bank Lampung, Nurdin Hasboena kepada radarlampung.co.id, Selasa (21/1).

“Kalau ada yang bilang bank Lampung bangkrut itu tidak benar, kondisi bank Lampung hari ini sehat, terbaik se-nasional di buku I, itu yang penting. Kinerja (bank Lampung, red) bagus, bahkan sejak berdiri,” katanya saat dihubungi radarlampung.co.id.

Menurutnya, ada kesalahan persepsi di masyarakat terkait rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan batas modal minimum bank menjadi Rp3 triliun mulai 2020. ”Dan aturan itu masih berupa rancangan, belum diterapkan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam rancangan tersebut, kurang lebih dalam waktu 4 tahun ke depan, bank buku I harus bisa menaikan modal intinya secara bertahap dan berubah menjadi bank buku II di tahun 2020. Selain itu sampai dengan 2024, bank tersebut juga harus mencapai modal Rp3 triliun.

Kemudian, dalam rancangan tersebut, Pemerintah atau regulator berkeinginan untuk menggabungkan beberapa bank, menjadi kelompok usaha bank atau menggabungkan dengan metode akuisisi dalam rangka membatasi jumlah bank.

”Jadi jangan sampai salah persepsi, jadi merger ini bukan karena ada masalah di dalamnya. Dalam rangka menghadapi MEA, bank-bank ini harus kuat. Salah satu wacananya itu apakah nanti BPD seluruh indonesia itu digabungkan menjadi satu atau dibuat bank-bank regional, misalnya bank Sumatera, bank Jawa, bank Kalimantan dan lain-lain,” jelas dia.

Rencana penggabungan tersebut, juga membutuhkan proses panjang. Salah satunya, diperlukan adanya kesamaan visi dari masing-masing pemilik. ”Kalau pemilik nggak mau digabung harus tambah modal menjadi Rp3 triliun,” tambahnya.

Disinggung soal modal, Nurdin menyebutkan, untuk saat ini modal bank Lampung mencapai sekitar Rp2,7 triliun. Sebelumnya bank Lampung sendiri ditargetkan masuk ke golongan bank buku II di tahun 2020, dengan modal yang ada saat ini, Nurdin mengaku bank Lampung seharusnya sudah bisa dimasukan ke dalam kategori bank buku II.

”Kita optimis untuk memenuhi target itu, karena di buku II itu sebenarnya modal harus lebih di atas Rp1 triliun jadi bukan Rp3 triliun,” katanya.

Sementara untuk laba, dia mengklaim, sejak 10-15 tahun yang lalu bank Lampung terus menghasilkan laba. Adapun laba bank Lampung di tahun 2019 yakni sekitar Rp166 milyar. Laba tersebut masing-masing dibagi untuk direksi, komisaris dan pegawai.

”Nah yang buat direksi dan komisaris itu harus dibagi dengan jumlah direksi yang ada, berhubung kemarin direksinya cuma satu, maka labanya dibagi ke direktur utama semuanya. Itu yang sempat dipermasalahkan, sampai ada yang bilang bank Lampung mau bangkrut-direksi kaya raya. Padahal waktu itu direksinya cuma satu,” tandasnya. (ega/yud)

Komentar

Rekomendasi