oleh

Optimalkan Penggunaan Tapping Box di Tanggamus  

radarlampung.co.id – Badan Pengelolaan Keuangan  Daerah (BPKD) Tanggamus terus berupaya memaksimalkan pendapatan dari penerapan tapping box di rumah makan dan hotel.

Kabid Penerimaan, Evaluasi, Pengendalian Pendapatan Daerah Wirawan mengatakan, hasil pemasangan tapping box pada November dan Desember 2019 telah menunjukkan hasil. Meski belum maksimal.

“Kalau tahun kemarin, diibaratkan kami masih uji coba. Baru mulai efektif Januari 2020 ini,” kata Wirawan mewakili Kepala BPKAD Tanggamus Suaidi.

Ia menyatakan, sejak masa uji coba pada November, terkumpul pendapatan Rp20,8 juta lebih. Kemudian pada Desember sebesar Rp21,2 juta.

Untuk lokasi yang taat membayar pajak adalah Rumah Makan Satiyem di Gisting. Rata-rata menyetor sekitar Rp8 juta tiap bulan. Kemudian Rumah Makan Savana di Kotaagung Timur. Awalnya setor sekitar Rp3,9 juta. Kemudian naik pada Desember sekitar Rp5,3 juta. Lalu Rumah Makan Doni Gendut yang semula setor Rp689 ribu, naik menjadi Rp1,066 juta pada Desember 2019.

”Selebihnya, kurang dari itu. Ada yang hanya awalnya saja setoran pajak berjalan. Tapi Desember, turun. Bahkan tidak setor lagi. Padahal pada November masih proses pengenalan alat,” sebut dia.

Sedangkan untuk katagori hotel, hanya Hotel Gisting yang baik setorannya. Dimulai dari Rp507 ribu pada November. Lalu Desember menjadi Rp 1,3 juta. ”Hotel lainnya kurang dari itu. Bahkan ada yang tidak setor sama sekali,” tandasnya.

”Sampah akhir Januari ini, akan dilihat bagaimana kondisi tiap wajib pajak. Kemudian dievaluasi. Bagi (setoran pajak) yang turun dibanding November dan Desember 2019, bakal diperingati,” imbuhnya. (ehl/ral/ais)

 

Komentar

Rekomendasi