oleh

Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Sawut, Diduga Korban Pembunuhan

radarlampung.co.id – Sesosok mayat tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan ditemukan warga di kebun sawit Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, Senin (20/1). Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, silakan menghubungi Polres Lamteng.

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Yuda Wiranegara mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma Jemy menyatakan, kondisi mayat diperkirakan sudah meninggal kurang lebih empat hari. “Kondisi mayat sudah membusuk. Diperkirakan sudah meninggal empat hari atau lebih dan diduga korban pembunuhan. Di lokasi berjarak 15-20 meter ditemukan tangan kanan korban, pisau dapur, dan helm warna hitam. Belum bisa dipastikan korban mutilasi atau dimakan hewan buas. Masih kami selidiki. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga silakan menghubungi Polres Lamteng,” katanya.

Lokasi penemuan mayat, kata Yuda, sudah di-polislce line. “Lokasi sudah kita police line. Mayat juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara Bandarlampung untuk autopsi,” ujarnya.

Baca :   Bukan Rumah Impian yang Didapat, Penjudi Togel Mendekam Dibalik Jeruji

Jenis kelamin mayat, kata Yuda, laki-laki umur sekitar 30-40 tahun. “Sepatu merek Power warna hitam lis putih, baju kemeja warna terang merek Crocodile, celana bawahan warna gelap di kantong kanan belakang ada bordir D’ JACK, dan ikat pinggang logo kepala Dishub,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Kampung Bumiratu Ahmad Yusuf Riadi menyatakan dirinya mendapat laporan dari salah satu warga bahwa ada penemuan mayat di kebun sawit. “Saya mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas yang diduga seorang pria. Sebagai aparatur kampung, saya langsung meninjau lokasi tempat kejadian perkara. Di lokasi tempat kejadian perkara sudah banyak dikerumuni warga. Saya langsung menghubungi pihak Polres Lamteng,” katanya.

Baca :   Jual Sabu untuk Kebutuhan Keluarga

Sementara Plt. Kadishub Lamteng Syukur Kersana menyatakan belum ada laporan stafnya hilang. “Nggak ada laporan. Kalau memang ada sabuk logo Dishub bisa beli di mana saja,” ungkapnya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi