oleh

Sudah Ada Korban Meninggal DBD di Lamteng

radarlampung.co.id – Pada musim penghujan ini, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Tengah sudah 62 kasus. Tiga orang meninggal dunia karena DBD.

Kadiskes Lamteng dr. Othniel Sriwidiatmoko menyatakan ada 62 kasus DBD hingga hari ini. “Ada 62 kasus DBD. Tiga meninggal dunia, dua di Kelurahan Komeringagung, Kecamatan Gunungsugih, ibu dan anak, serta satu di Kampung Kesumadadi, Kecamatan Bekri, orang tua 65 tahun,” katanya.

Dengan kasus ini, kata Otniel, Diskes Lamteng belum menyatakan status kejadian luar biasa (KLB). “Kalau KLB secara keseluruhan di Lamteng belum. Kita masih menyatakan status KLB tingkat kecamatan. Tadinya tak ada kasus menjadi ada kasus,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, kata Otniel, Diskes melaksanakan PSN. “Kita lakukan penanganan PSN. Menutup, mengubur, dan menguras. Artinya 3M Plus. Plusnya dengan pemberian serbuk abate, diberikan penyuluhan, dan kerja sama lintas sektoral dengan pihak kecamatan, PKK, atau dengan organisasi-organisasi yang ada. Kita sama-sama berdayakan menanggulangi DBD. Kita sudah maksimal laksanakan jauh hari sebelum ada kasus,” ungkapnya.

Jika ada kasus, kata Otniel, dilakukan penelitian epidimiologi (PE). “Kita lakukan PE. Lingkungan di sekitar kasus dilihat apakah ada jentiknya? Jika ada jentiknya dilakukan fogging. Jika tak ada tetap dilakukan penyuluhan,” katanya.

Untuk abate, kata Otniel, diberikan secara gratis. “Kita berikan secara gratis. Jika ada yang memperjualbelikan, laporkan saja. Baik itu ke puskesmas atau Diskes. Bila perlu laporkan ke kepolisian. Kita sudah instruksikan abate gratis. Jika ditemukan, maaf mungkin bukan dari petugas puskesmas atau Diskes. Bahkan mungkin dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Penjual abate banyak kok,” ungkapnya.

Terkait pasien penderita DBD yang dirawat di RSUD Demang Sepulau Raya, kata Otniel, dirinya belum tahu. “Saya belum tahu. Nanti saya tanya kepada direktur RSUD DSR,” katanya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi