oleh

Anaknya Diduga Dianiaya Rekannya, Ibu Lapor Polisi

radarlampung.co.id – Orang tua korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh rekan sekolahnya meminta keadilan bagi anaknya. Pasalnya, korban ANM, yang merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 9 Bandarlampung diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya FRH saat pelaksanaan study tour.

Orangtua korban, Kartika Wardani mengatakan, anaknya mendapatkan luka lebam di bola matanya akibat dipukul oleh rekannya saat pelaksanaan study tour beberapa waktu lalu. Ia pun mengadukan hal itu ke Polda dengan laporan bernomor polisi STTP/B-1910/XII/2019/SPKT Polda Lampung.

Menurut pengakuan korban, kejadian itu bermula saat peserta studi tour akan makan malam di Rumah Makan di Sleman Yogyakarta beberapa waktu lalu.

“Ceritanya itu anak saya mau makan dan ambil nasi tetapi lupa mengambil sendoknya. Saat dia balik, dia (pelaku,red) itu lagi nongkrong di depan pintu, anak saya pas mau ambil sendok nanya, “ngapain lo melototin gua”, terus anak saya langsung dipukul,” jelasnya, Rabu (22/1).

Baca :   Diperkosa hingga Hamil Enam Bulan, Ketahuan Perut Membesar

Saat mendengar hal tersebut, melalui suaminya, memaksa anaknya untuk langsung pulang meskipun kegiatan study tour belum selesai.

“Saya mendapatkan informasi dari anak saya itu mimisan setelah mendapatkan perlakuan dari temannya itu. Karena takut kenapa-kenapa, suami saya menyuruh anak saya untuk pulang duluan,” katanya.

Dikatakannya, pihak keluarga pelaku sudah ke rumahnya dan meminta maaf, tetapi, proses hukum tetap dilakukannya. Pihak sekolah juga sudah mengajukan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.Ia menuturkan, dirinya berharap, ada sanksi dari sekolah yang diberikan kepada pelaku agar pelaku menjadi jera, dan tidak terulang lagi kejadian serupa.

Baca :   Diduga Tersetrum saat Charge HP, Anggota Satpol PP Meninggal

“Harapan kita, saya minta anak itu dapat sanksi atau bagaimana. Tapi apa, sampe sekarang belum ada sanksi dari pihak sekolah, dan anak tersebut masih sekolah. Saya meminta keadilan untuk anak saya. Karena pukulan itu, kata dokter spesialis, efeknya itu bisa membuat anak saya lebih cepat terkena katarak,” tukasnya.

Terpisah, Ketua panitia pelaksanaan studi tour SMAN 9 Bandarlampung Bambang menuturkan, memang ada insiden pemukulan saat pelaksanaan study tour . Menurutnya, kemungkinan itu salah sangka, sehingga sempat ditinju, dan yang ditinju diam.

“Tapi tempo hari sudah damai. Mungkin namanya anak-anak, ada salah sangka sedikit. Dan itu terjadi saat itu saja, kita sudah panggil orang tua masing-masing untuk dimemediasi dan orangtuanya juga sudah saling ketemu, juga memberikan keterangan,” pungkasnya. (rur/ang)

Komentar

Rekomendasi