oleh

Sambut Seniman Performance Diane Butler, Fauzi Hasan Kenalkan Tubaba

radarlampung.co.id-Para penggiat seni dan budaya, hingga arkeolog dari sejumlah negara mulai tiba di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Mereka hadir untuk menyaksikan dan mengisi berbagai rangkaian acara pada event seni dan budaya bertaraf internasional bertajuk Sharing Time: Megalithic Millennium Art, yang akan dihelat selama 5 hari, mulai 22 hingga 26 Januari ini.

Salah satunya yakni Diane Butler, Ph.D yang merupakan President and Co-Charter Founder, International Foundation for Dharma Nature Time, Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Seniman performance yang dikenal menggunakan tubuh sebagai media berkaryanya itu, merupakan alumnus Studi Doktoral Kajian Budaya, Universitas Udayana, Bali.

Selasa (21/1/2020) siang, Wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan, SE, MM langsung menjamu Diane Butler, Ph.D, yang biasa disapa Diana itu di Berugo Cottage, Komplek Islamik Center Tubaba. Hal ini sebagai wujud penyambutan penghormatan terhadap tamu pemerintah daerah dan masyarakat Tubaba. Dalam perbincangannya bersama bule Amerika itu, Fauzi Hasan memperkenalkan Kabupaten Tubaba yang telah berumur 10 tahun tersebut

“Kita bersyukur Tubaba terus mengukir sejarah baru, atas kehadiran para Seniman, Budayawan Nasional dan Internasional untuk menggagas Kebudayaan khas Tubaba. Hari ini saya menjamu ibu Diana dengan memperkenalkan Kabupaten Tubaba,” kata Fauzi Hasan, Wakil Bupati Tubaba yang akrab disapa Ahi Fauzi, kepada wartawan.

Mantan Kepala Bappeda Tubaba ini mengakui, para Penyaji, Seniman dan Budayawan dalam Sharing Time Megalithic Millennium Art, semuanya memiliki kekhasan masing-masing, terutama para seniman.”Disadari atau tidak, setiap manusia punya bahasa seni dengan ciri khasnya masing-masing,”ulasnya.

“Oleh karena itu kehadiran para Seniman dan budayawan di Tubaba, tentunya juga memiliki bahasa seni dan budaya sesuai karakternya termasuk dari Ibu Diana yang memilih kemampuan seni gerak tubuh yang khas. Yang jelas, dari kegiatan yang digagas almarhum Mbah Prapto ini kita harapkan ada Seni dan Kebudayaan yang lahir di Tubaba untuk masa depan,”pungkasnya. (fei/rnn/wdi)

Komentar

Rekomendasi