oleh

Cabuli Anak Tiri Karena Tidur Sekamar

radarlampung.co.id – Tidur satu kamar dengan istri dan anak tirinya menjadi alasan Ra (40), warga Gadingrejo melakukan pencabulan. Perbuatan bejat itu dilakukan sejak DS (15), anak tirinya masih SD.

“Penyebab awalnya, tidur bareng kalau malam hari. Satu kamar, tidur bertiga,” kata Ra dalam ekspose di Mapolsek Gadingrejo, Kamis (23/1).

Lantaran tergoda, ia mencabuli DS ketika istrinya sedang pergi saat Subuh. “Kadang-kadang dia (istri, Red) bangun Subuh. Saya melakukan itu (pencabulan, Red) waktu dia ke masjid. Kami tinggal berdua dalam kamar,” ujarnya.

Baca :   Keterlaluan! Keponakan dan Anak Tiri Dicabuli

Sementara IS (48), tetangga yang ikut mencabuli mengaku melakukan perbuatan tidak senonoh itu karena DS kerap meminta uang. Setiap kali usai mengintimi, ia memberi uang antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

“Dia (DS, Red) sering minta duit sama saya,” ungkapnya.  IS mengaku khilaf saat mengintimi anak baru gede itu. Setidaknya sudah sembilan ia mencabuli DS dan memberikan uang total Rp2 juta.

Baca :   Dor! Bandit Pembobol Diler Ditembak

Sementara Wakapolres Pringsewu Kompol Misbahudin meminta masyarakat waspada. Sebab umumnya modus pencabulan seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali saja.

“Di antaranya karena tidur bersama. Seharusnya dipisahkan. Itu kan, sudah ada aturannya, ” tegas Misbahudin.

Orang tua juga harus memperhatikan tingkah anak-anaknya. ”Bagi masyarakat yang memiliki anak sudah baligh, jangan sampai tidurnya bersamaan berlawanan jenis. Dengan adik, saudara maupun orang tua harus dipisah,” sebut dia.

Komentar

Rekomendasi