oleh

BPBD Tanggamus Terus Berupaya Perbaiki Tanggul Waybanding

radarlampung.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus masih terus melakukan upaya perbaikan tanggul Waybanding yang jebol Jumat kemarin. Perbaikan sendiri baru bisa dilakukan Sabtu sore karena menunggu debit air turun dan masih berlangsung hingga Minggu siang, (26/1).

“Alat berat jenis eksavator sudah bisa turun ke sungai untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Saat ini masih terus berlangsung dan kami masih siaga di Pekon Banding Kecamatan Bandar Negeri Semuong, ” ujar Edi Nugroho mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Ediyan M Thoha, Minggu (26/1).

 

Kemudian saat ditanya mengenai target penyelesaian perbaikan tanggul, Edi belum bisa memastikan.” Kalau target kita maunya cepat selesai, sehingga saat hujan deras dan debit air tinggi tidak masuk kedalam pemukiman warga lagi,” ucap Edi.

Sementara, Luapan banjir di Kecamatan Semaka, Bandar Negeri Semoung (BNS) dan Kecamatan Wonosobo yang sempat mengenangi ratusan rumah warga ditiga kecamatan kini telah surut.

Surutnya luapan tersebut berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi, diantaranya hujan yang telah reda, tanggul Way Semaka telah di perbaiki serta telah mengalirnya air ke wilayah hilir. Berdasarkan keterangan Kapolsek Semaka Polres Tanggamus Iptu Heri Yulianto, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah tempat yang sebelumnya tergenang banjir.

Hasil pemeriksaan, secara keseluruhan luapan banjir yang mengenangi rumah warga maupun jalan-jalan telah berangsur surut. Namun untuk area perkebunan sekitar aliran drainase masih terdapat genangan dari aliran tersebut. “Secara keseluruhan, banjir yang menggenangi rumah warga Kecamatan Semaka telah surut,”ujar Heri Yulianto.

Iptu Heri menjelaskan, meluapnya aliran sungau Way Semaka pada Sabtu, 25 Januari 2020 dan intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan tergenangnya rumah warga di beberapa pekon di wilayah Kecamatan Semaka. Adapun pekon-pekon terdampak luapan meliputi Pekon Karang Rejo, dimana air masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian sekitar 30 cm atau setinggi lutut dewasa.

Selanjutnya, di Pekon Garut, air meluap ke pekarangan rumah warga. Di Pekon Sidodadi, air meluap hampir sampai ke pemukiman warga. Pekon Tugurejo, air meluap hampir sampai ke pemukiman warga.

Lalu, di Pekon Kanoman, air meluap dan menggenangi beberap rumah warga dengan ketinggian 20 cm, disitu termasuk daerah rendah. Pekon. Sudimoro, air meluap dan menggenangi beberapa halaman rumah warga.

Kemudian, di Pekon Sudimoro Bangun, air meluap dan menggenangi halaman rumah warga yang berada dekat pinggir sungai. Pekon Sripurnomo, air meluap dan menggenangi beberapa halaman rumah warga di titik terendah. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Situasi masih tergolong kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonosobo AKP Amin Rusbahadi, S.Sos. MM mengatakan pihkanya juga telah melakukan pemeriksaan luapan banjir pasca jebolnya tanggul penahan sepanjang 70 meter di Pekon Banding Kecamatan BNS, pada Jumat tanggal 24 Januari 2020 pukul 17.45 Wib yang mengakibatkan ratusan rumah warga Pekon Banding dan Pekon Rajabasa terendam.

Menurutnya, berdasarkan pendataan pihaknya bersama instansi terkait air yang masuk ke rumah warga paling tinggi sekitar lutut orang dewasa, sehingga menggenangi 150 rumah warga Pekon Banding dan 20 rumah warga Pekon Rajabasa. “Hingga saat ini, air terpantau telah surut dan tanggul yang jebol telah diperbaiki oleh Pemkab Tanggamus menggunakan alat berat,” pungkas Amin. (ral/rnn/ehl/ang)

Komentar

Rekomendasi