oleh

Aspal JTTS Berlubang, Pengerjaan Dinilai Belum Kering

radarlampung.co.id – Banyaknya lubang yang ditemukan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggibesar – Pematangpanggang – Kayuagung (Terpeka) tepatnya di usai gerbang tol Menggala menuju Kayuagung, dinilai Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) penanganan pengaspalan jalan harus dilakukan dengan benar-benar kering.

Hal ini diungkapkan Ketua MTI Lampung Aditya Mahatidanar Hidayat Senin (27/1)  melalui WhatsApp nya. Adit -sapaan akrab Aditya Mahatidanar Hidayat- mengatakan dalam pengaspalan sendiri itu musuh sejatinya adalah air, terutama air hujan.

“Saat curah hujan tinggi saat ini, yang kita alami di Provinsi Lampung membuat lapisan aspal tersebut mulai kehilangan daya ikat terhadap agregatnya,” beber Adit.

Kondisi ruas jalan tol Terbanggibesar menuju Kayuagung juga tidak rata. Di ruas tersebut menimbulkan beberapa cekungan di ruas jalan tol. “Cekungan yang menyebabkan jalan tak rata ini pun menampung air hujan atau genangan. Kondisi ini akan semakin meningkatkan risiko keselamatan berkendara,” tambahnya.

Belum lagi, pengaruh dari beban kendaraan yang melintasi ruas jalan Terpeka yang di ketahui saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Akhirnya, aspal jalan yang telah bercampur air dan ditambah beban dari kendaraan yang melewati ruas jalan tol sangat tinggi membuat kerusakan hingga munculnya lubang. Maka Untuk meminimalisir risiko, ada baiknya menjaga batas kecepatan di 60 hingga 70 kilometer per jam.

“Untuk pengerjaan perbaikannya mungkin pihak kontraktor pelaksananya lebih paham terkait teknisnya. Intinya pengerjaan penambalan tersebut harus benar-benar kering dari air. Salah satunya dengan penggunaan aspal coldmix atau aspal dingin,” tandasnya. (rma/yud)

Komentar

Rekomendasi