oleh

Bocah TK Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

radarlampung.co.id – Bocah TK di wilayah Taman Sari, Hajimena, Lampung Selatan ditemukan meninggal dunia  tenggelam di kolam ikan milik tetangganya, Jumat (31/1) malam.

Berdasarkan penuturan tetangganya,  korban yaitu  Handaro (6) anak dari  Muhammad Helmi yang tinggal di desa Sumber Sari, Hajimena, Lampung Selatan,  Evi (29)  yang ikut mencari korban bahwa kejadian itu sekitar 18:00 WIB, dimana dirinya mencarinya dengan meneriakan nama korban yang pergi sebelum magrib itu.

“Dia itu main tiap hari habis pulang sekolah kesini tempat bibinya ya sama ibunya juga,  tapi ini ga pulang kerumah bibinya sampe magrib itu jadi ibunya khawatir saya ikut bantu cari juga, Daro, Daro teriak-teriak gitu, ga ketemu juga,” katanya pada Sabtu(1/2).

Baca :   Pak Wali Kurangi Pajak, Pelaku Industri Pariwisata Kurang Puas?

Tidak juga ditemukan, secara inisiatif warga perumahan Griya Taman Sari berupaya membantu orang tua menelusuri sisi demi sisi perumahan tersebut.

“Sampai semua bapak-bapak disini ikut nyariin, terus ada satu orang ke warung tanya sama pemiliknya,  katanya lihat dia (korban, red) ke arah seberang rumah saya ini, rumah besar dengan kolam ikan disampingnya sawah juga,” ujarnya.

Pencarian yang dilakukan warga sekitar tidak sia-sia dan membuahkan hasil, namun sayang Daro ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kolam dengan kedalaman 1,5 meter.

“Warga ya sempat ngetuk pintu rumah itu, katanya yang punya rumah ga lihat.  ya terus namanya malam cuma disenterin keatas-atas aja, terus pulang. Abis isya pulang itu warga kok ada yang ganjel disana kan ada kolam akhirnya balik lagi terus disenterin ada yang ngambang kayak bantal eh ternyata itu Daro, Ya Allah kita kaget semua,” ungkapnya.

Baca :   Pak Wali Kurangi Pajak, Pelaku Industri Pariwisata Kurang Puas?

Menurutnya, pihak kepolisian setempat sudah mendatangi lokasi kejadian. “Semalem sudah ada polisi yang dateng, dan sekarang mau dimakamin pemakaman umum Sukajadi,” tandasnya.

Sementara sang Ibu Daro mengatakan bahwa biasanya anaknya itu tidak pernah main jauh selain ke Mushola bersama teman lainya.

“Jam lima lewat, kok magrib itu belum pulang biasanya main di Mushola sama anak-anak lainya, ga taunya dia mengkol kanan (ke kolam, red),” singkatnya. (mel/ang)

Komentar

Rekomendasi