oleh

Pra TMMD Ke-107 di Lamteng Dibuka, Ini Sasarannya

radarlampung.co.id. – Program Pra TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-107 di Lampung Tengah dibuka di Kampung Sumbersari, Kecamatan Padangratu, Senin (3/2). Kegiatan ini dibuka dengan peletakan batu pertama pembangunan Musala Nurul Huda, bedah rumah milik Haidori (45) seorang buruh tani, dan syukuran pembuatan jalan nderlagh sepanjang 2,4 km di Dusun 3 Kampung Sumbersari ke Dusun 2 Kampung Gunungagung, Kecamatan Anaktuha.

Dandim 0411/LT Letkol CZI Burhannudin mengatakan bahwa TMMD Ke-107 ini merupakakan eujud bhakti TNI kepada masyarakat. “TMMD ini sebagai wujud bhakti TNI kepada masyarakat. Mendekatkan masyarakat dengan TNI. TNI adalah ujung ombak kekuatan negara ini. TNI tak bisa apa-apa tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Burhannudin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bapak Bupati, yang telah mendukung kegiatan ini. “Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah mendukung kegiatan ini. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting untuk program ini. Dalam pelaksanaannya nanti akan dilaksanakan secara gotong-royong. Semoga dengan adanya TMMD ini, Lamteng akan menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Burhannudin memaparkan, kegiatan pra TMMD Ke-107 ini hingga 15 Maret 2020. “Ini baru pra TMMD. Pra TMMD dimulai dengan membangun Musala Nurul Huda, bedah rumah enam unit, pembangunan jalan onderlagh sepanjang 2,4 km, dan perbaikan jembatan yang kondisinya belum sempurna. Kita lakukan pra karena sasaran pekerjaan fisiknya besar. Pelaksanaan TMMD sebenarnya pada Maret-April 2020. Sekarang kita pra dahulu sehingga pas selesai  bisa 100 persen. Kita libatkan seluruh personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, dan masyarakat. Perkiraan personel 250 orang,” katanya.

Sedangkan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengatakan TMMD Ke-107 ini yang terbesar di Lamteng. “TMMD ini yang terbesar di Lamteng. Ada lima provinsi yang melaksanakan TMMD. Lamteng sebagai tuan rumah. Saya harap masyarakat bahu-membahu bersama TNI bergotong-royong. Banyak hal yang bisa dikerjakan secara gotong-royong. Bukan hanya bupati yang ajak gotong-royong. TNI juga mengajak gotong-royang. Tak ada yang tak mungkin dengan gotong-royong. Program ini bisa menyatukan kembali masyarakat yang terpecah belah karena momen pemilu dan pilkada,” ujarnya.

Dengan gotong-royong, kata Loekman, semunya menjadi lebih kuat dan tidak mudah terpecah belah dan terhasut dengan isu-isu yang tidak benar. “Gotong-royong menjadikan kita semua lebih kuat. Tak mudah terpecah belah dan terhasut isu tak benar. Mudah-mudahan kehadiran TNI di tengah masyarakat akan membawa manfaat dalam pembangunan di Kampun sumbersari dan lainnya. Hilangkan perbedaan, bersatu untuk membangun Lamteng. semoga kegiatan ini diridhai Allah SWT,” katanya.

Loekman juga menyatakan TMMD ini juga merupakan implementasi empat komitmen yang dibangun. “Ini implementasi empat komitmen yang dibangun, yakni satu niat, langkah, suara, dan tujuan. Kekompakan TNI-Polri dengan pemerintah daerah sudah terbangun. Mudah-mudahan hubungan yang harmonis ini tetap terjaga,” tegasnya. (sya/ang)

Komentar

Rekomendasi