oleh

Terjangkit DBD, Bocah SD Meninggal Dunia

radarlampung.co.id – Aulia Rahma, putri pertama dari pasangan Kohar Fandi dan Sari, warga Jalan Khamami Farial Mega, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), meninggal dunia akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), Senin (3/2).

Kepastian korban terkena DBD berdasarkan hasil laboratorium pihak Rumah Sakit. Bocah berusia 11 tahun itu, mengembuskan napas terakhirnya karena kondisinya kian buruk setelah menjalani perawatan selama sehari di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung. Sementara itu, berdasarkan hasil uji laboratorium RSU setempat, korban dinyatakan positif terserang DBD.

Menurut keterangan Idhmasyah paman korban, mengungkapkan Aulia mengalami panas sejak Kamis (30/1) lalu. Keluarga membawa berobat ke Puskesmas setempat. Selang dua hari kemudian, kondisi korban belum membaik sehingga keluarga membawa Aulia ke RSU Maria Regina Kotabumi, guna menjalani brobat jalan.

Namun Minggu (2/2), kondisi Aulia memburuk dan dibawa ke RSU Ryacudu Kotabumi. Oleh pihak RSU Ryacudu, dianjurkan untuk dirujuk ke RSU Abdul Moloek Bandarlampung. Tak lebih dari 24 Jam, korban menghembuskan nafas terkahir karena kondisinya terus memburuk.

“Ketika di RSU Abdul Moloek kondisi terus memburuk, dia (Aulia,Red) sampai mengeluarkan darah dari hidung dan dubur,” jelas Idhamsyah.

Dia berharap Dinas Kesehatan setempat dapat lebih tanggap dalam menangani kasus DBD, sehingga tidak ada lagi korban meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

“Kami minta dinas terkait harus tanggap dengan kondisi ini. Sebab, sudah terbukti ada korbnnya. Jika tidak ditanggapi, pasti ada korban lainnya,” kata dia.

Lurah Kotabumi Udik, Desputra Dany membenarkan, warganya terserang penyakit mematikan tersebut. “Ada seorang warga kita yang meninggal akibat terjangkit penyakit DBD,” ujarnya.

Ia mengatakan, korban merupakan siswa sekolah dasar kelas 6 tersebut menghembuskan napas terakhir berada di RSU Abdul Moeloek Bandarlampung. Sebelumnya, kata dia, korban sempat dirawat di RSU HM Ryacudu Kotabumi, dikatnakan kondisinya semakin parah.

“Semakin buruk, maka di rujuk ke Bandarlampung. Namun, nyawanya tidak dapat tertolong, karena kondisi semakin memburuk,” kata dia, seraya mengaku terdapat satu warga lainnya juga terjangkit penyakit DBD, dan saat ini kondisinya sudah membaik.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya tindakan dari dinas Kesehatan Kabupaten Lampura, agar dapat melakukan pengasapan (poging) di wilayah yang terjangkit penyakit mematikan tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk dilakukan penyemprotan. Semoga dinas Kesehatan bisa merealisasikan hal tersebut,” tambah Desputra.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kelurahan Kotabumi Udik agar dapat melakukan gotong royong guna mencegah penyebaran DBD di wilayah itu. “Kita tengah melakukan gotong royong untuk mencegah penyakit tersebut,” pungkasnya (ozy/yud)

Komentar

Rekomendasi